Syeh Asal Malaysia Isi Ceramah Isra Mi’raj di Abdya

Syech H. Muhammad Hafidz, Pimpinan Yayasan Al-Jenderami, Malaysia, saat memberikan tausiah peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW di Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Krueng Baru, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya. @Istimewa.

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Pimpinan Yayasan Al-Jenderami, Malaysia, Syech H. Muhammad Hafidz, siang tadi mengisi ceramah Isra Mi’raj di Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Gampong Kaye Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (3/4/2019).

Acara tersebut dihadiri seribuan lebih jamaah dari berbagai kalangan pengajian, baik dari Abdya, Aceh Selatan, Aceh Barat, dan Nagan Raya. Dalam acara itu, Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK, menyampaikan pesan dan kesan selama ia berada di Abdya.

Dirinya juga meminta kepada para jamaah, untuk menjaga silaturahmi dan bersatu dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing, apalagi dalam rangka menyambut pemilu 17 April 2019.

Sementara itu, Dandim 0110/Abdya Letkol Arm Iwan Aprianto SIP, juga menyampaikan salam perkenalan dengan para jamaah. Dalam peringatan Isra’ Mi’raj itu, ia mengajak untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan, demi keutuhan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, pimpinan Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Tgk. H. Farmadi ZA MSc, memperkenalkan dayah yang memiliki program Fakulti Ilallahdi.

“Di Puskiyai tidak ada santri dan memang tidak menerima santri, maka di sini kita lebih kepada mahasantri, yaitu tempat menuntut ilmunya untuk ibu dan ayah, atau disebut warga emas,” jelasnya.

Di Puskiyai Aceh, kata Tgk Farmadi, ada program arba’in (40), yakni salat lima waktu berjamah delapan hari delapan malam, hingga menjadikan hamba lebih dekat dengan Allah Swt.

“Ini merupakan dayah orang tua tapi bukan panti jompo. Orang tua dididik untuk meng-up grade ilmu agama mereka, agar lebih berkualitas lagi,” ujarnya.

Tgk H Farmadi mengajak para jamaah, untuk berdoa dalam acara Isra Mi’raj tersebut. Selain itu, ia juga memperkenalkan bahwa Dayah Manyang Puskiyai Aceh memiliki replika ka’bah untuk edukasi manasik haji dan umrah.

“Bagi para jamaah boleh menggunakan fasilitas itu untuk manasik,” ungkapnya.

Di penghujung acara, Syeh H. Muhammad Hafizd memberikan tausiah tentang pemersatu umat di dunia ini adalah Islam.

“Jarang sekali orang belajar bagaimana menghadapi mati, karena kita harus belajar hidup untuk mati. Maka dari itu, untuk menghadap sang khalik yaitu Allah Swt, kita harus belajar dalam hidup ini tentang ilmu menghadap Allah Swt,” ujar Syeh.

Di akhir kata, Syeh Hafidz mengajak seluruh jamaah agar saling menjaga persatuan dan kesatuan.

“Kita serumpun sesama bangsa Melayu, meski kita beda negara, tapi dipersatu dengan ukhuwah Islamiah,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK