Catatan Tabligh UAS di Darul Ihsan dan Universitas Abul Yatama

Oleh Azmi Abubakar*

Bagi kami Dayah Darul Ihsan menjadi istimewa, kami pernah menginap suatu waktu di bulan Ramadan di dayah ini, kedatangan syekh kami, Syekh Ayyub Al Jaziri ke dayah ini. Pada 4 April 2019 kami kembali ke Dayah Darul Ihsan, menunggu sosok dai kebanggaan umat, Ustaz Abdul Somad. Setelah berdakwah di Medan dan Kuta Cane.

Nasihat-nasihat utama nan bernas UAS ingin kami tuliskan kembali. UAS sudah lebih dulu melakukan ziarah ke makam Abu Hasan Krueng Kale, pelajaran takzim kepada ulama. Beliau mengetahui sejarah dan peran dari Abu Hasan Krueng Kale. Rentetan peristiwa Isra dan Mi’raj Rasullullah itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Bahwa perlu kepada generasi zaman ini menyadari pola kehidupan Rasulullah itu adalah pola kehidupan terbaik. Bahkan Rasulullah sudah menggunakan teknologi super canggih, yakni diperjalankan oleh Allah dalamĀ  Isra dan Mi’raj. Allah memberi kapasitas istimewa kepada manusia yang tak diberikan kepada makhluk lain sekalipun, bahkan jin saja bisa terkalahkan.

UAS juga menambahkan bahwa di Kabupaten Fak Fak ditemukan naskah Alquran kuno dari kulit, yang dibawa oleh para dai dari Samudera Pasai dulunya. Ini menunjukkan bahwa dakwah harus terlalu berjalan menembus sekat-sekat. Dakwah menyebarkan kebaikan, mendirikan dayah tak hanya di Aceh saja, tetapi betapa sebuah hal menakjubkan jika ada generasi Aceh yang terus konsisten dengan dakwahnya kemudian mampuĀ  mendirikan dayah-dayah di belahan bumi lainnya. Kebaikan akan menuai kebaikan pula. Hari ini kita menziarahi Darul Ihsan, menziarahi makam Syekh Abu Hasan Krueng Kale, suatu saat nanti generasi yang lebih mudah akan balik menziarahi gurunya.

Sementara di Universitas Abul Yatama, UAS tampil memikat, menegaskan seorang dai yang menguasai panggung, berkali-kali beliau menyebut bahwa pesan-pesan kebaikan yang disampaikannya tak ada maksud untuk menyinggung siapa pun. Di hadapan civitas akademika, mahasiswa, dan masyarakat UAS memberi semangat kepada anak muda untuk terus mengembangkan potensi yang dimilki untuk kepentingan Islam. Ekonomi harus dipegang pula oleh pemuda Islam.

Tentu pemuda yang selalu meneladani konsep kehidupan Rasulullah saw. Salah satu tantangan yang dihadapi hari ini adalah hubungan lawan jenis yang tak mampu dikelola dengan benar. Maka UAS menegaskan dan mengingatkan para pemuda untuk tidak membuang waktu dan energinya untuk berpacaran. Konsep kehidupan Rasulullah dengan pendekatan masjid sejatinya harus diambil oleh pemuda. Masjid mampu melahirkan kualitas pemuda yang baik dan sukses.[]

Alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Penulis Novel Bulan Di Langit Pedir. Email: azmiabubakarmali@gmail.com/ www.azmiaceh.blogspot.com

KOMENTAR FACEBOOK