Mahasiswa Desak Plt Gubernur Ambil Sikap Soal Izin PT EMM

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ratusan mahasiswa UIN Ar-raniry kembali menggelar aksi untuk mempertanyakan keseriusan Pemerintah Aceh terhadap izin PT Emas Mineral Murni (EMM). Aksi berlangsung di lobi Kantor Gubernur Aceh, Jumat (5/4/2019).

Namun, sama seperti dalam aksi sebelumnya, Plt Gubernur Nova Iriansyah tidak menemui mahasiswa dan mengutus bawahannya untuk memberikan penjelasan.

Dalam aksi ini, mahasiswa dijumpai oleh perwakilan dari Pemerintah Aceh. Namun mahasiswa tetap ngotot ingin bertemu dengan Plt Gubernur Aceh.

“Semua aspirasi mahasiswa akan ditampung, meskipun Plt Gubernur tidak bisa menemui adek-adek mahasiswa, Plt sebenarnya bukan tidak mau hadir, tapi karena Plt lagi di luar daerah, dan saat Plt pulang nanti, kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada Plt,” kata Drs. T. Farial, MM, Kabag Naskah dan Makalah Pimpinan pada Biro Humas dan Protokol Aceh, saat menemui mahasiswa.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIN Ar-raniry, Rizki Ardial, kepada rekan-rekannya mengatakan, pihaknya kembali melakukan aksi terkait penolakan PT EMM di Beutong Ateuh Banggalang, karena perusahaan ini telah memiliki izin pusat.

“Akan tetapi masyarakat di sana menjerit, dengan kehadiran PT EMM tersebut, karena hadirnya perusahaan tambang itu, banyak kemudharatan pada masyarakat, sehingga masyarakat mengharapkan DPRA dan Plt Gubernur Aceh untuk dapat mencabut izin PT EMM tersebut,” kata Rizki.

Menurutnya, oleh pihak DPRA sudah melakukan paripurna menolak PT EMM tersebut, dan mengeluarkan rekomendasi untuk membentuk tim kusus, supaya dapat melakukan pengkajian hukum terhadap perusahaan ini.

“Namun, sampai hari ini, dan detik ini, Plt Gubernur Aceh belum menindaklanjuti apa pun terkait pencabutan izin PT EMM, dan juga Plt selalu memberikan alasan-alasan yang tidak jelas, jika memang Plt tidak melakukan apa pun terkait rekomendasi pencabutan izin PT EMM ini, maka kami akan terus melakukan pergerakan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Nagan Raya dan Aceh Tengah,” kata Rizki.

Amatan aceHTrend, ratusan mahasiswa ini, saat aksi berjalan, kebanyakan dari mereka memakai baju almamater biru, serta beberapa orang mengenakan baju fakultas, satu unit mobil pick up juga turut dibawa serta ke lobi kantor gubernur.[]

KOMENTAR FACEBOOK