Tekad Yah Nek Maju Sebagai Caleg DPRK Pijay

Yah Nek saat bersama Sulaiman Abda

ACEHTREND.COM, Banda Aceh-Sosok mantan GAM, Usman Ali atau akrab disapa Yah Nek, yang sudah lama berkecimpung dalam perjuangan masa GAM dulu kini maju sebagai Caleg DPRK Pijay. Tekadnya ingin mengembalikan kejayaan Partai Aceh (PA) seperti pada masa dirinya menjabat Ketua PA di Bandar Dua dulu.

Ia bercerita, saat dirinya memimpin PA di dapil II (dua) Pidie Jaya, PA saat itu mampu merebut empat kursi parlemen, tapi sekarang hanya tersisa dua kursi saja dan hal itu menjadi tekad barunya untuk mengambil kembali kursi tersebut di tahun 2019.

“Saya salah satu pelaku perjuangan dari A ke Z, sebagai orangtua yang berkecimpung dari permulaan hingga akhir, di tahun 2009 saya menjabat sebagai ketua PA di dapil II, Kecamatan Bandar Dua dan Kecamatan Jangka Buya, saat itu kita sanggup merebut empat kursi, dan itu menjadi prestasi,” kata Usman Ali saat di tanyai aceHTrend, Kamis (4/4/2019).

Setelah jabatan ketua PA di ambil alih oleh orang lain, maka kursi parlemen berkurang, akibat dari menurunnya rasa kepercayaan masyarakat untuk Partai Aceh kala itu, sehingga Usman Ali ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk Partai lokal tersebut.

“Usai periode saya, dijabat oleh orang lain, dan saat ini kursi PA di Dapil II Pidie Jaya hanya tinggal dua lagi, maka ingin kita ambil kembali kursi PA di dapil kita, saat ini saya maju sebagai Caleg, dengan harapan ingin memajukan Partai Aceh kembali jaya, seperti 2009, suapya ada perubahan baik secara nasional bahkan di masyarakat,” katanya.

Menurutnya, hingga kini juga masih banyak butir butir MoU Helsinky yang belum terealisasi, maka kedepan Ia akan memperjuangkan itu untuk kesejahteraan masyarakat sesuai dengan butir MoU.

“Ke depan kita ingin kembalikan PA seperti dulu lagi, dan sesuai dengan amanah MoU Helsinky, untuk membuat suatu perubahan kedepan, butir butir MoU juga bisa di realisasikan sebagai mana mestinya, untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia sempat menceritakan saat perjuangan GAM dulu, Ia ditangkap karena diduga menjadi kordinator untuk mencari dana perjuangan saat itu, tapi tidak terbukti sehingga dilepas lagi usai ditahan selama tiga bulan lebih.

“saya ditangkap pada tanggal 19/2/ 2000, oleh pasukan rajawali 509, dan sempat ditahan selama tiga bulan 17 hari, ditangkao karena termasuk dalam salah satu DPO yang dari 37 orang keseluruhan, waktu itu di tahan di Koramil Ulee Gle dan di Kodim Sigli selama satu minggu, dilepas kembali karena tidak terbukti saya terlibat dalam pergerakan GAM, meskipun waktu itu memang terlibat, saya di anggap sebagai kordinator GAM, waktu itu saya ditangkap karena dituduh sebagai kordinator pencarian dana,” katanya.

Ajak Masyarakat Dukung Sulaiman Abda

Yah Nek menambahkan, untuk kedepan perlu adanya kesinambungan atau perpanjangan tangan ke pusat, untuk itu harus ada keterwakilan yang harus diusung ke DPR RI. Dia mengajak masyarakat memilih putra terbaik Aceh, Sulaiman Abda. Menurutnya Wakil Ketua DPRA itu bisa diandalkan untuk membawa kepentingan Aceh ke Jakarta.

“Karena masih banyak klausul dan butir MoU yang belum terealisasi antara Jakarta dengan Aceh, maka perlu diutus seseorang sebagai penyambung lidah masyarakat, maka perlu putra terbaik Aceh yang dibutus ke Senayan, karena PA hanya partai lokal maka akan mendorong Sulaiman Abda maju ke DPR RI,” kata Usman Ali.

Untuk diketahui, Yah Nek lahir di Jeulanga pada 1956. Ia merupakan politikus jalanan dari gunung ke kota, terlibat aktif sejak perjuangan GAM hingga ke parlemen setelah lahirnya PA dari hasil perdamaian Jakarta dengan Aceh.

Yah Nek meletakkan senjata untuk beralih ke panggung politik, Ia berperan dalam kampanye PA untuk merebut posisi kepala daerah hingga DPRK dan DPRA dalam ranah politik lokal. setelah bergerilya dihutan gunung hingga bergerilya untuk merebut hati rakyat ditahun 2008 dan 2014, demi kursi PA di Pidie Jaya.

Sekarang di usianya yang sudah lanjut, sebagian masyarakat mendorong agar sosok Usman Ali harus maju sebagai caleg untuk tahun 2019 ini, apabila menang ia ingin membuat program satu kampung satu anak untuk hafiz Alquran.[]

KOMENTAR FACEBOOK