Walau Tak Bisa Melihat, Semangat Qari Cilik Ini untuk Jadi Musisi Begitu Besar

Muhammad Akmal

ACEHTREND.COM. Banda Aceh – Lantunan ayat suci Alquran terdengar begitu merdu saat pembukaan pelatihan perancangan website yang dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, pada Senin (1/4/2019).

Suara merdu itu milik bocah laki-laki bernama Muhammad Akmal. Dia membawakan Surah Ibrahim ayat 39-45 tanpa membaca teks dalam Alquran. Bagaimana bisa membaca, karena sejak lahir dia tidak pernah melihat bagaimana bentuk teks ayat tersebut.

Bocah yang akrab disapa dengan panggilan Akmal ini terlahir dalam keadaan tidak bisa melihat. Ia hanya bisa membedakan gelap dan terang, tapi tidak untuk melihat bentuk, ukuran, warna, apalagi teks tulisan yang tertulis di Alquran. Itulah yang disampaikannya ketika AceHTrend mengulik informasi lebih dalam tentang qari cilik yang berusia 13 tahun ini.

Akmal belajar sari tilawah pada Ustaz Iqbal, seorang qari internasional. Kondisinya yang tidak bisa melihat bukan menjadi hambatan bagi Akmal untuk membaca Alquran. Bahkan baru satu minggu belajar, ia sudah mampu mempelajari beberapa lagu dalam seni membaca ayat suci Alquran.

“Ada irama bayyati, shoba, nahawand, hijaz, rost, sika, dan jiharka. Semuanya sudah diajarkan oleh Ustaz Iqbal. Tadi yang saya bawakan irama nahwand,” ujar Akmal yang baru setahun belajar sari tilawah.

Ditemani kakaknya, qari cilik ini begitu santai menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan kepadanya. Ia memahami setiap pertanyaan yang dilontarkan kepadanya sambil menikmati kue yang dihidangkan di lobi Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh.

Saat ini Akmal sekolah di SDLBN Labui, Banda Aceh. Anak ketiga dari pasangan M. Nur dan Nurwati ini rupanya mempunyai kegemaran bernyanyi dan bermain musik. Ia juga pernah menjuarai lomba bernyanyi tingkat provinsi dan lomba membaca puisi tingkat provinsi.

“Keduanya juara dua. Saat lomba nyanyi saya membawakan lagu Nidji,” katanya kepada AceHTrend dengan semringah.

Akmal berkeinginan menjadi seorang musisi. Mulai dari sekarang dia sudah mempelajari alat musik seperti piano. Bocah ini juga sudah memikirkan jauh-jauh hari dia akan melanjutkan kuliah ke Bandung. Akmal punya alasan logis kenapa Bandung yang dipilih untuk melanjutkan pendidikannya.

Tidak ada sedikit pun terucap keluhan darinya, meskipun ia tidak mampu melihat betapa indahnya dunia ini. Akmal melakukan aktivitas layaknya anak-anak lainnya yang nondisabilitas. Bahkan dia juga mampu mengendari sepeda sejak usia empat tahun.

“Karena sudah hafal jalannya, ya mudah saja mengendarai sepeda. Walau kadang ada juga tertabrak orang, tapi salah mereka sendiri kenapa berdiri di jalan,” ucapnya dengan nada bercanda.

Semangat Akmal dalam menggali potensi dirinya membuatnya mampu melawan keterbatasan. Ia selalu senang melakukan berbagai hal sehingga tidak ada kendala yang berarti baginya. Semua dilakukannya dengan antusias, termasuk belajar sari tilawah dengan menghafalkan beberapa penggalan ayat di dalam Alquran.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK