KIP Aceh Gelar Simulasi Pemilu

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengadakan simulasi pemungutan suara yang diikuti sejumlah warga Kota Banda Aceh di panggung terbuka Stadion Lhong Raya, Sabtu (6/4/2019).

Amatan aceHTrend, simulasi ini dilakukan persis seperti pada hari pemilihan nantinya, yaitu dimulai dengan pendaftaran peserta pemilih, kemudian menuju bilik suara, sampai dengan mencelupkan jempol ke tinta stempel. Selain itu, siapa pun tidak boleh berada dalam area bilik suara, kecuali petugas di TPS dan peserta pemilih.

Ketua Komisioner KIP Aceh, Samsul Bahri, saat ditanyai wartawan mengatakan, tujuan dari simulasi pemungutan suara ini ialah untuk melihat jangka waktu saat proses pencoblosan di TPS.

“Berapa waktu yang kita butuhkan saat pencoblosan, sejak dari dibuka TPS untuk pencoblosan sampai selesai perhitungan suara, jadi berapa waktu yang kita perlukan,” kata Samsul.

Salain itu, sambung Samsul, pihaknya juga memanggil KIP dari setiap kebupaten/kota, agar mereka juga bisa melakukan simulasi untuk melihat jangka waktu yang diperlukan.

“Agar mereka mengetahui persis berapa banyak waktu yang dibutuhkan, sehingga mereka siap saat hari pemilihan nanti,” katanya.

Menurutnya, KIP Aceh juga telah mempersiapkan segalanya, termasuk persiapan petugas dan distribusi logistik ke daerah-daerah juga sudah tuntas.

“Persiapannya sudah 90 persen, termasuk persiapan petugas di TPS, kemudian distribusi logistik juga sudah dikirim semua, dan ketika disortir ada yang rusak, tetapi sudah di data semua dan juga telah dikirim ke KPU RI, dan akan diproduksi ulang untuk yang kurang,” katanya.

Untuk anggaran simulasi ia tidak mengetahui persis, karena semua dikelola oleh divisi dan kepala sekretariat, dan dinilai biaya untuk simulasi ini tidak begitu besar.

“Saya rasa anggarannya tidak begitu banyak, karena selain pengadaan baju kaus, juga diberi biaya transportasi untuk peserta, karena ini bukan hari H,” katanya.

Ia berharap, pada hari H nanti petugas di TPS bisa menjalankan tugasnya sesuai aturan dari KPU.

“Simulasi ini juga bersifat sosialisasi, bagi masyarakat yang belum tahu, maka akan tahu bagaimana proses pencoblosan nanti,” jelasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK