Isak Tangis Warnai Perpisahan Siswa SMAN 1 Gunung Meriah

ACEHTREND.COM, SINGKIL – Suasana haru mewarnai acara perpisahan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gunung Meriah, Aceh Singkil, Rabu  (10/4/2019).

Suasana haru bahkan isak tangis itu terjadi, saat acara puncak digelar, yaitu bersalam-salaman antara 230 siswa yang telah mengikuti USBN dan UNBK dan segera menjadi alumni dengan dewan guru dan tenaga kependidikan lainnya.

“Saat bersalam-salaman, saya tak tahan menahan deraian air mata, Rasa harus saya muncul tiba-tiba. Apalagi diiringi pula lagu syahdu perpisahan,” ucap Asmin S Pd seorang guru kepada AceHTrend.

Saat acara perpisahan yang turut dihadiri orangtua siswa dan para Muspika itu, semua peserta didik kelas XII (kelas III)  mendapat perlakuan cukup istimewa.

Mereka memasuki arena perpisahan berbaris menapaki bentangan karpet merah sembari melewati koridor bunga yang khusus dibuat untuk mereka.

Mereka mengenakan pakaian baju gamis bagi wanita dan jas lengkap dengan dasi bagi pria. Wajah mereka terlihat berseri-seri, karena telah disolek sedemikian rupa. Sehingga mereka terlihat sangat rupawan, cantik, dan ganteng-ganteng.

Remaja-remaja baru gede (ABG) itu terlihat sangat menawan bak anak dara dan mara pule menuju ke pelaminan.

“Luar biasa penampilan anak-anak kita ini. Mereka sangat rupawan,” ucap Ibu Rosna Sekcam Gunung Meriah yang hadir di tengah-tengah undangan.

Kepala SMAN 1 Gunung Meriah, Musren S Pd dalam arahannya mengatakan, perpisahan yang digelar sebelum pengumuman hasil ujian, merupakan terobosan baru.

Ini dimaksudkan agar peserta didik lebih leluasa mengikuti dan memeriah acara perpisahan, tanpa beban.

Dalam kesempatan itu, Musren berharap 230 anak didik  yang telah mengikuti USBN dan UNBK bisa lulus dengan nilai yang baik.

“Seluruh dewan guru dan pihak sekolah berharap agar  peserta didik, bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi favorit atau masuk polri dan TNI. Wujudkanlah mimpi atau cita-cita kalian. Sehingga nanti menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, bangsa, agama, dan negara,” katanya.

Selain itu,  Musren meminta, kendati pun tidak berada lagi di sekolah, tetaplah menjaga nama baik dan marwah almamater. Berikan saran-saran demi kemajuan sekolah ini.

Dalam kesempatan itu, pihak sekolah juga memberikan apresiasi dan tanda mata kepada beberpa siswa kelas XII yang berprestasi gemilang.

Sementara itu, Hedrawan Lubis mewakili siswa kelas XII dalam kata perpisahannya mengucapkan terima kasih kepada dewan guru yang telah mendidik, membina, dan membimbing mereka selama tiga tahun.

Mereka tak bisa membalas jasa guru itu, hanya mereka serahkan kepada Allah. Semoga Allah membalasnya dengan amal jariyah dan pahala berlipat ganda.

Ia juga mohon maaf atas segala tingkah laku mereka yang telah membuat dewan  gusar dan terkadang marah.

Dalam acara pelepasan siswa kelas XII itu, ditampilkan pula tarian-tarian dan pembacaan puisi dari siswa-siswa kelas XI dan kelas X.

Sehinggga acara terlihat sangat semarak walau dibarengi dengan isak tangis dan rasa haru karena kenangan dan akan berpisah.[]

KOMENTAR FACEBOOK