Kenangan Tgk Muharuddin pada Mendiang Istri Ilyas Leubeu

Tgk. Muharuddin saat berilaturrahmi dengan Hj. Salamah pada 4 Desember 2018 lalu. @ist/Reza Gunawan

ACEHTREND.COM, Bener Meriah – Politikus Partai Aceh, Tgk Muharuddin, pada Selasa malam (9/4/2019) bertakziah ke rumah duka almarhumah Hj. Salamah, istri tokoh pejuang Aceh, almarhum Teungku Ilyas Leube. Informasi yang diterima aceHTrend, Tgk Muharuddin bersama rombongan tim RI522 tiba sekitar pukul 21.13 WB dan disambut hangat sanak keluarganya di Bandar Lampahan, Bener Meriah.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPR Aceh peridoe 2014-2018 ini langsung menggelar takziah untuk mendoakan almarhumah Hj. Salamah, agar diampunkan dosa-dosanya dan diterima di sisi Allah Swt. Adapun takziah itu sendiri dipimpin langsung oleh Tgk. Muharuddin.

“Saya merasa kehilangan dan turut berbelasungkawa atas berpulang ke rarhmatullah istri almarhum Tgk Ilyas Leube yaitu Hj Salamah, yang merupakan orang tua perjuangan (GAM) dan telah berdedikasi untuk masyarakat Aceh secara menyeluruh,” ungkap Tgk. Muharuddin kepada aceHTrend, Rabu (10/4/2019).

Di penghujung usia almarhumah Hj. Salamah yang sudah lanjut, Tgk. Muharuddin mengatakan dirinya mendapat kenangan yang luar biasa dari sosok Hj. Salamah.

“Beliau berpesan kepada saya pribadi, sungguhpun saya berjuang ke tingkat pusat (DPR-RI), maka jangan lupakan Aceh. Ke mana pun kita pergi, ingat dan sayangilah Aceh,” ujar Tgk. Muharuddin mengenang pesan dan nasihat Hj. Salamah ketika dirinya bersilaturrahmi dengan sosok wanita hebat tersebut beberapa bulan lalu.

“Begitu besar integritas Aceh yang harus dipertahankan. Itu ‘doktrin’ dari beliau dan suatu pelajaran penting bagi kita generasi Aceh selanjutnya. Bahwa, perjuangan dan tujuan dari perjuangan untuk menciptakan Aceh yang makmur, sejahtera, adil, dan makmur itu belum selesai,” tambah Muharuddin.

Meski perjuangan senjata telah berakhir, Tgk. Muharuddin menjelaskan, tetapi perjuangan secara politik mesti terus dilakukan, dengan kerja sama semua pihak di Aceh, guna mewujudkan cita-cita para pendahulu dan syuhada Aceh untuk Aceh yang makmur dan sejahtera.

Keluarga Hj. Salamah menyatakan, almarhumah sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk terus mempertahankan harkat dan martabat Aceh. Beliau dalam pembicaraannya terus mengatakan bahwa masyarakat Aceh harus sejahtera dan terwujudnya keadilan bagi masyarakat Aceh secara menyeluruh.

Tgk. Muharuddin yang juga anggota DPR Aceh ini menilai, pesan tersebut merupakan warisan dari almarhumah Hj. Salamah, yang bukan hanya untuk etnis Gayo, tetapi menjadi warisan bagi seluruh elemen masyarakat Aceh.

“Beliau juga pernah menyampaikan saat kami bersilaturahmi kemari (rumah almarhumah Hj. Salamah), Aceh ini memiliki etnis Gayo, Alas, serta kaya dengan keberagaman suku lainnya. Meski Aceh berbeda-beda suku, beliau berharap Aceh tidak dikotak-kotakkan. Jika cerita Aceh, maka itu adalah satu. Walaupun kita berbeda-beda suku, marilah kita bersatu, apa pun yang kita lakukan adalah untuk Aceh yang satu,” ujar Tgk. Muharuddin mengulang pesan yang pernah disampaikan Hj. Salamah.

Tgk. Muharuddin menilai, semangat tersebut yang harus diemban para generasi Aceh saat ini. Menurutnya, sangat ironis di usia muda para generasi muda Aceh tidak menunjukkan semangat keacehan.

“Di usia beliau yang sudah tua, tetapi menunjukkan kecintaannya yang luar biasa untuk Aceh. Sekarang bagaimana kita generasi muda Aceh selanjutnya? Apakah kita melanjutkan estafet dan semangat beliau untuk membangun Aceh atau jalan di tempat. Untuk itu saya berharap, marilah kita isi perdamaian Aceh ini dengan hal hal positif dan ide cemerlang, yang pada akhirnya bisa membawa Aceh ke arah yang lebih baik lagi,” harapnya.

Selain itu, Tgk. Muharuddin juga mengingat pesan yang pernah disampaikan Hj. Salamah kepadanya yaitu, “Aceh adalah bangsa kaya, jangan sampai kita menjadi pengemis di negeri sendiri”.

“Aceh merupakan daerah yang kaya, khususnya dalam hal sumber daya alam. Namun bagaimana kita dapat mengelola kekayaan Aceh ini dengan baik. Tentu, kunci utamanya adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Maka, SDM ini yang harus kita kuatkan di Aceh,” imbuh mantan Ketua DPR Aceh ini.

Sementara itu, Munadi Ilyas Leube, yang merupakan anak ketiga dari almarhumah Hj. Salamah mengatakan, sang ibu tercintanya meninggal dunia pada Senin dinihari, Pukul 00.30 WIB dengan secara tiba-tiba, tanpa adanya sakit berat yang diderita almarhumah.

“Cuma sesak napas tiba-tiba. Sebelumnya sekitar pukul 9 malam, beliau masih dalam keadaan sehat. Kami masih makan dan foto-foto bersama, yang kebetulan saat itu ada tamu dari Bireuen,” jelasnya.

Kepada anak dan cucunya, Munadi menjelaskan, selalu berpesan agar melanjutkan perjuangan sang ayah, yakni almarhum Teungku Ilyas Leube, khususnya dalam penguatan agama dan pendidikan, untuk mewujudkan Aceh yang sejahtera.

“Kalau pesan untuk masyarakat Aceh, beliau sering mengatakan kita harus menjaga harkat dan martabat Aceh,” jelas Munadi mengenang pesan-pesan yang sering disampaikan almarhumah Hj. Salamah.

Sementara itu anggota DPRK Bener Meriah dari Fraksi Partai Aceh, Muhammad Amin, mengatakan begitu besar jasa dan perjuangan yang dilakukan almarhumah Hj. Salamah, yang juga pernah menemani suaminya berjuang di hutan belantara hingga melahirkan salah satu anaknya di tengah hutan Samar Kilang, Bener Meriah.

“Ketulusan dan keikhlasan beliau dalam berjuang ini yang patut kita contoh. Meski berjasa sangat besar untuk Aceh, tetapi beliau tidak pernah mengungkit-ungkitnya. Beliau juga tidak pernah mengeluh apa yang telah beliau lakukan itu. Jadi kami merasa sangat kehilangan sosok yang luar biasa ini yang sering menasihati kami dalam melanjutkan perjuangan Aceh ini. Perjuangan ini jangan berhenti dan harus dilanjutkan. Itu pesan yang sering disampaikan kepada kami,” imbuhnnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK