Sulaiman, Politisi Muda Partai Aceh yang Vokal di Kursi Parlemen

Sulaiman SE (Foto: aceHTrend/Taufik Ar- Rifai)

ACEHTREND.COM, Janthoe– Sosoknya tenang dan ramah, gaya tutur bahasanya yang santun dan pengayom benar-benar melekat pada keperibadian Ketua DPRK Aceh Besar itu. Dialah Sulaiman, SE. Sebelum terjun ke dunia politik, pria kelahiran Lam Ara Tunong, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar ini dikenal aktif bergerak dalam berbagai kegiatan sosial.

Jiwa sosialnya muncul saat masih mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di STIE Lamlagang, Banda Aceh. Sejumlah organisasi kampus mengantarnya menjadi sosok yang peka terhadap isu-isu sosial dalam kehidupan masyarakat.

Berbekal dari prestasi gemilang dan keaktifannya di bidang sosial itulah, Sulaiman yang mengantarkannya menjadi seorang politikus muda di Partai Aceh. Maka tak heran, meski kini mengalami transformasi menjadi orang nomor satu di kursi legislatif di Aceh Besar, karakternya sebagai sosok santun ini tidak pernah berubah.

“Tugas ini merupakan amanah rakyat dan juga titipan Allah, jadi seberat apapun tugas yang kita emban haruslah kita lakukan dengan ikhlas dan sabar. Intinya saya harus banyak belajar apa itu pintar merasa, bukan merasa pintar,” ujar Sulaiman pada aceHTrend saat ditemui di Wahana Impian Malaka di Kuta Malaka, Samahani, Aceh Besar, Sabtu (13/4/2019).

Kepribadiannya yang santun inilah menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan pelik sekalipun ketika menjadi wakil rakyat lewat Partai Aceh. Hal ini terlihat sejak pertama kali ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRK Aceh besar pada 2009 lalu.

Saat dipercaya sebagai orang nomor satu di parlemen Aceh Besar, ayah dari tiga anak ini mulai berperan aktif dan benar-benar menunjukkan sikapnya sebagai pemimpin yang merakyat dengan menyusuri berbagai tempat di Aceh Besar. Contohnya adalah membuka akses jalan bagi masyarakat di desa Lapeng, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar. Selanjutnya mendirikan pasar tradisional di desa Panca Kubu, kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.

“Desa itu merupakan salah satu daerah terisolir di Aceh Besar yang saat itu belum pernah ada satu pejabatpun yang pernah menginjakkan kakinya kesana. Alhamdulillah, dengan izin Allah. Kita sudah bisa berkunjung untuk melihat kondisi saudara kita di sana. Respon masyarakat di sana juga luar biasa,” ujar Sulaiman.

Tak hanya duduk di balik empuknya kursi dewan, beliau juga sering turun ke berbagai lini. Bahkan kadang-kadang ia juga menyempatkan diri berada di warung-warung kopi ngobrol bersama masyarakat. Kadang-kadang ia juga mengunjungi dayah-dayah untuk berdiskusi dengan ulama. Bahkan, ia seringkali berbaur bersama kalangan muda. Tujuannya tidak lain hanyalah untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Lewat momen inilah kita bisa mendengar langsung keluhan masyarakat secara transparan tanpa membeda-bedakan kepentingan. Kita harus banyak belajar mendengar dan peka terhadap keluhan masyarakat,” ujar Sulaiman,SE.

Sulaiman Abda bersama Sulaiman SE kampanye bersama (aceHTrend/Taufik Ar-Rifai)

Lantas bagaimana kiprahnya yang kini berubah drastis dari menjadi orang nomor satu di balantika Parlementaria Aceh Besar? Bagaimana peran dan aktif beliau dalam menyikapi berbagai dinamika politik di Aceh?

Bungsu dari lima bersaudara pasangan Almarhum Muhammad dan Almarhumah Mariah ini mengajak untuk menyamakan satu visi dan misi dalam membangun Aceh. Salahsatunya adalah giat memberikan edukasi kiprah Partai Aceh dalam memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki da turunan UUPA yang masih belum terealisasi dengan baik.

Berawal dari rasa tanggungjawab itulah menjadi motivasi awal baginya untuk maju ke kursi DPR Aceh. Sebagai kader Partai Aceh, ia memikul tanggungjawab besar untuk menjadi generasi pemegang estafet ke depan dalam memperjuangkan segala bentuk kekhususan Aceh yang masih terganjal di pemerintah pusat.

Dalam hal ini, caleg DPRA nomor urut 13 dari Partai Aceh ini mengajak kepada seluruh masyarakat Aceh agar bersama-bersama mengawal dan membantu dalam memperjuangkan butir-butir perjanjian damai yang termaktub dalam MoU Helsinki dan turunan UUPA, sehingga bisa dirasakan seluruh masyarakat Aceh.

Pasalnya, kader Partai Aceh yang diusung merupakan kader terbaik yang memiliki komitmen dan tanggung jawab besar dalam menjaga dan merawat perdamaian Aceh. Menurutnya, salah satu tugas dan tanggung jawab yang harus diemban kader Partai Aceh adalah kembali meneruskan perjuangan butir-butir MoU Helsinki dan turunan UUPA yang belum sepenuhnya terealisasi dengan baik.

“Yang ingin kita beri pemahaman bagi masyarakat adalah rasa sinergitas dalam memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki dan turunan UUPA sebagai ruhnya rakyat Aceh. Perlu kita sadari bahwa, UUPA ini bukalan milik KPA dan Partai Aceh saja, tapi milik semua rakyat Aceh. Meskipun saat ini, Partai Aceh-lah yang terlihat vokal dan konsisten dalam memperjuangkannya,” ujar Sulaiman,SE.

Ajak Masayarakat Pilih Sulaiman Abda untuk DPR RI

Sementara untuk DPR RI, Sulaiman mengajak masyarakat Aceh untuk memilih Sulaiman Abda caleg DPR RI nomor urut 4 dari Partai Golkar. Ajakan Sulaiman tersebut berdasarkan rekam jejak dan pengalaman politikus Golkar itu yang terbukti dan punya komitmen terhadap pembangunan Aceh.

“Kita butuh sosok pemikir, pemerhati, dan memiliki jiwa saling merangkul dalam membangun Aceh agar menjadi lebih baik dan sejahtera. Bang Leman (Sulaiman Abda-red) lah yang telah berbukti memiliki satu visi dan misi kami dalam memperjuangkan segala bentuk kewenangan Aceh di sana,” ujar Sulaiman.

Ia mencontohkan ketika Pemerintah RI mencabut beberapa pasal dalam turunan UUPA, Sulaiman Abda rela bergandengan tangan dengan politisi Partai Aceh dan PNA menggugat Mahkamah Konstitusi karena dianggap telah mempreteli UUPA. Begitu halnya dengan pemerataan pembangunan yang dirasakan oleh masyarkat kota Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPR Aceh.

“Bang Leman (Sulaiman Abda-red) punya andil besar dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh di tingkat pusat. Ini dikarenakan Partai Aceh sebagai partai lokal hanya memiliki kewenangan tingkat provinsi saja, untuk itulah kita butuh Bang Leman sebagai sosok pemersatu dan sekaligus representatif kita di Senayan,” ujar Sulaiman.[]

Editor: Irwan Saputra

KOMENTAR FACEBOOK