Tu Sop: Siapapun Presiden, Bergaining Position Aceh Harus Jelas

ACEHTREND.COM,Bireuen- Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Teungku H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau akrab disapa Tu Sop Jeunib, Senin (15/4/2019) mengatakan siapapun yang terpilih sebagai presiden, adalah keputusan politik rakyat. Tapi Aceh harus memiliki bergaining position yang jelas dengan Pusat.

Hal ini disampaikan olehnya kepada aceHTrend melalui pesan WhatsApp, menjawab pertanyaan terkait dengan Nota Kesepahaman Ulama Aceh dengan Paslon 02 Prabowo-Sandi, yang dirilis baru-baru ini.

Ayah Sop, dalam kesempatan tersebut mengatakan, Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh para ulama Aceh bukanlah pernyataan dukungan kepada paslon 02. Tapi sebagai komitmen yang harus dijalankan oleh 02 bila terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

“Ikhtiar politik yang kami lakukan adalah agar Aceh memiliki bergaining position yang jelas. Aceh memiliki banyak keistimewaan dan kekhususan, seperti adanya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh, pelaksanaan syariat Islam dan sebagainya. Para ulama ingin semua yang sudah kita miliki sebagai modal membangun Aceh menuju Aceh yang berkemajuan dalam bingkai syariah, tidak boleh hilang di masa selanjutnya.” ujar Pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunib.

Ia melanjutkan, setiap peraturan yang ingin diterapkan di Aceh, haruslah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan para ulama dan cerdik pandai di Aceh. Untuk itu, dibutuhkan sebuah lembaga tempat berkomunikasi bersama antara Pusat dan Aceh.

Menurut Tu Sop, siapapun yang menjadi Presiden RI, itu sudah ketetapan Allah. Tapi menjaga bergaining (posisi tawar) merupakan hal yang wajib dilakukan, bila ingin Aceh maju di masa mendatang.

“Siapapun kita khususnya di Aceh. Timses di pihak manapun, kita tetap jadi timses masa depan Aceh yang lebih baik untuk anak cucu kita. kita berlomba dalam kebaikan, bukan hanya bertanding untuk sekedar mengalahkan dan memenangkan. Jangan sampai saling menzalimi, karena itu bukan tujuan kita berpolitik,” kata Tu Sop.

Menutup pembicaraan dengan aceHTrend, Tu Sop mengatakan, soal Nota Kesepahaman yang dibuat itu, dirinya sendiri mendapati keinginan dari Prabowo-Sandi untuk menandatangani Nota Kesepahaman itu.

“Saya sendiri mendapati kesiapan Prabowo Sandi mau buat komitmen itu, maka rakyatlah yang menilai. ke depan kita bersama rakyat sama-sama perjuangkan itu. Hal yang paling urgen adalah mengubah paradigma politik ke arah politik ide dan gagasan. Politik perbedaan yang saling memperkuat, bukan saling menghancurkan antar sesama anak bangsa,” imbuh Tu Sop.

KOMENTAR FACEBOOK