Abu Kuta Krueng, Abu Syik yang Sayang Cucunya

ACEHTREND.COM, Meureudu – Suasana Dayah Darul Munawwarah terlihat ramai, Senin (15/4/2019). Ribuan tamu undangan yang berasal dari berbagai elemen datang silih berganti.

Maklum, dayah yang terletak di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya sedang melaksanakan hajatan istimewa, yaitu walimatul khitan Fadhil Mubarrak H. Anwar. Ia adalah putra kedua dari Tgk H. Anwar H. Usman atau Abiya Anwar, sekaligus cucu dari Tgk H. Usman Ali, ulama kharismatik Aceh yang akrab disapa Abu Kuta Krueng.

Tiba di sudut kiri kompleks dayah, mobil yang ditumpangi Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny beserta rombongannya tiba. Usamah langsung disambut oleh Abiya Anwar yang sudah menunggu kehadiran kadis bersarung tersebut sejak awal.

Turut hadir sejumlah ulama kharismatik lainnya. Mereka adalah Tgk Haji Hasanoel Bashry yang lebih dikenal sebagai Abu Mudi, Tgk Baihaqi alias Haji Boy dan sejumlah ulama Aceh lainnya.

“Neupiyoh keunoe. Abu teungoh geu seumbahyang leuho bak mesjid (Silakan mampir. Abu sedang melaksanakan salat Zuhur di masjid,” ujar Abiya Anwar seraya menyalami Usamah El Madny.

Selang beberapa menit kemudian, Abu Kuta Krueng tiba ke tenda hajatan dan disambut hangat oleh tamu hadirin.

Alhamdulillah deungon izin Allah katrok ulon saweue keunoe lom (Alhamdulillah dengan izin Allah sudah sampai kemari lagi),” ujar Usamah El Madny seraya menyalami dan memeluk Abu Kuta Krueng.

Selama dijamu, Abu Kuta Krueng begitu banyak menasihati orang nomor satu di Dinas Pendidikan Dayah Aceh tersebut. Salah satunya berpesan agar benar-benar berkomitmen untuk mengemban amanah dengan sebaik-baiknya.

Abu Kuta Krueng tiba-tiba terlihat semringah tatkala Usamah menanyakan kondisi cucunya. Terpancar dari wajahnya bahwa memang ulama karismatik Aceh tersebut sangat menyayangi cucunya.

“Padum droe ka cucoe Abu? (berapa orang cucu Abu?)” tanya Usamah El Madny.

Na meu lapan droe (sudah delapan orang) ,” jawab Abu Kuta Krueng sambil tersenyum bahagia.

Usai larut dalam pembicaraan hangat dan santai, Usamah El Madny segera berpamitan untuk bertolak kembali ke Banda Aceh. Sebelumnya, ia meminta agar senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan amanah yang diembankannya selama ini.

 “Ulon lakee izin Abu. Lon lakee doa ngon restu beu ek lon jaga ngon peutrok amanah nyoe deungon get (saya minta izin Abu. Saya minta doa dan restu agar sanggup saya jaga dan terwujud amanah ini dengan baik),” ujar Usamah El Madny kepada Abu Kuta Krueng.

“Semoga Tgk Fadil menjadi anak yang saleh dan kelak penjadi penerus dari kakeknya sebagai seorang ulama karismatik Aceh,” harap Usamah El Madny kepada rombongannya selama perjalanan menuju Banda Aceh.[]

KOMENTAR FACEBOOK