BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp11 T untuk Bayar Utang Rumah Sakit

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe Manna sedang memberi keterangan di konferensi pers di kantor BPJS

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membayar utang jatuh tempo hampir seluruh rumah sakit yang bekerja sama. Total dana yang digelontorkan sebesar Rp11 triliun. Selain itu BPJS Kesehatan juga membayar sebesar Rp1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe Manna, dalam konferensi pers di kantor tersebut, Selasa (16/04).

Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan BPJS. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Pembayaran tersebut kata Manna karena dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Menurut Manna, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Karena itu, ada kemungkinan pembayaran nonkapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.
Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

“Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu,” ujarnya.

Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini.

“Kami juga berkoordinasi untuk memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerja Lhokseumawe telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dengan dibayarnya utang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi.

Mereka berharap pihak RS bisa terus optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

“Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah.
Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman,” ucapnya.

Dia kembali menambahkan program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Bila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

“Ke depannya, insyaallah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini,” imbuhnya.

Khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Lhokseumawe terdapat 137 FKTP dan 20 FKRTL yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe.

“Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Lhokseumawe adalah sebesar Rp116.536.366.438 sepanjang bulan April 2019,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK