BPPA Tanggung Biaya Akomodasi Keluarga Pasien Bocor Jantung dari Aceh

Muhammad didampingi ayahnya, Fadhil, dan Staf Subbid Pelayanan Masyarakat BPPA, Ns Azhar di Jakarta. @ist

ACEHTREND.COM, JAKARTA – Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta akan menanggung biaya transportasi, makan, dan rumah singgah bagi keluarga Muhammad Rifqi (12), pasien bocor jantung bawaan sejak lahir yang berasal dari Gampong Cibrek, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen. Muhammad Rifqi saat ini sudah dirujuk dari RSUD Zainal Abidin ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Saat ini, Muhammad Rifqi ditemani ayahnya, Fadhil (55) menumpang di salah satu rumah kerabatnya di Kalideres, Jakarta Barat. Rencananya, Muhammad akan menjalani berbagai proses mulai scan jantung, menunggu hasil, hingga akhirnya nanti akan dilakukan operasi. Semua biaya tersebut sudah ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Scan baru akan dilakukan tanggal 16 Mei 2019. Sementara itu, hasil scan baru keluar tanggal 29 Mei. Karena itu, kami mohon pemerintah membantu kami selama di sini,” kata Fadhil, Selasa, 16 April 2019.

Fadhil mengatakan, Muhammad menderita sakit jantung sejak umur 2 tahun. Namun semangatnya untuk sembuh sangat tinggi sehingga dia mampu bertahan.

Fadhil berharap, pemerintah mau meringankan beban mereka selama berada di Jakarta. Fadhil sendiri belum bisa memastikan sampai kapan dia bersama anaknya berada di Jakarta.

“Jadwal operasi juga belum kita tahu kapan. Jadi kami menjalani proses ini lebih dulu. Bisa berbulan-bulan di sini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, mengatakan akan menanggung biaya makan dan transportasi Muhammad serta ayahnya, Fadhil, selama menunggu berbagai proses operasi di Rs. Jantung Harapan Kita.

“Kita juga menawarkan rumah singgah, yang dikelola BPPA agar mereka bisa menginap di sana. Hal ini kita lakukan untuk membuka akses informasi antara pasien dan rumah sakit agar dapat terlayani dengan cepat. Sehingga pasien tidak terlalu lama menunggu,” kata Almuniza melalui Staf Subbid Pelayanan Masyarakat BPPA, Ns. Azhar, melalui siaran pers, Selasa (16/4/2019).

Almuniza melanjutkan dirinya siap mendukung berbagai keperluan masyarakat Aceh yang ada, atau tengah berada di Jakarta. Menurutnya, hal itu sesuai dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 tahun 2016 sebagai bentuk mendukung kelancaran hubungan dan kerja sama, membina masyarakat Aceh perantauan di wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK