Tim Gakkumdu Amankan 4 Orang Pengguna C6 Milik Orang Lain

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Panwaslih Kota Banda Aceh siang tadi mengamankan empat orang yang menggunakan surat undangan C6 milik orang lain. Kejadian itu berlangsung di TPS 4 Punge Jurong, Kecamatan Meraxa, Kota Banda Aceh, Rabu (17/4/2019).

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua panitia Kelompok Pengawas Perhitungan Suara (KPPS) TPS 4 Punge Jurong, Ikhsan. Kepada wartawan ia mengatakan, saat mencocokkan data dengan DPT yang ada, keempat pelaku tidak terdaftar sebagai penduduk di daerahnya, sehingga langsung melaporkan ke petugas polisi yang mengawasi TPS tersebut.

“Prosedurnya kita harus cek KTP sesuai dengan DPT, jadi pada saat anggota saya melakukan pengecekan KTP dengan DPT, itu tidak sama, sehingga saya harus melaporkan ke petugas polisi yang siaga di TPS. Selanjutnya itu urusan daripada pihak kepolisian,” kata Ikhsan.

Ia menjelaskan, untuk alamat dan asal mereka juga dengan hal yang lain ia tidak mengetahuinya, karena banyak tugas TPS yang harus diselesaikan.

Sementara itu, Kordinator Gakkumdu Panwaslih Banda Aceh, Yusuf Al Qardawi, kepada wartawan saat ditemui di Kantor Panwaslih Banda Aceh mengatakan, pihaknya telah mengamankan empat orang yang diduga melakukan pelanggaran pemilu. Namun ia belum dapat memastikan pelanggaran yang berkaitan dengan pasal apa yang dilakukan oleh keempat pelaku tersebut.

“Benar ada dilakukan penangkapan terhadap empat pelaku dari luar daerah, satu dari Lhoksumawe dan tiga orang dari Aceh Utara, yang membawa C6 atau undangan atas nama orang lain. Awalnya ada petugas kita dengan panitia di TPS itu melihat datanya tidak cocok dengan TPS tersebut, saat itu ditahanlah sebentar di kantor geuchik, setelah kami datang dari Tim Gakkumdu lalu kita bawalah ke Kantor Panwaslih Banda Aceh,” kata Yusuf.

Penyidik Gakkumdu, Ipda M. Hadimas, Kanit 1 Pidana Umum Polresta Banda Aceh, mengatakan bahwa keempat pelaku tersebut masih diamankan, bahwa ada dugaan pelanggaran yang dilakukan.

“Dalam hal ini terkait dibayar Rp50 ribu atau lain sebagainya masih dalam proses pemeriksaan, untuk hari ini kita akan tentukan dulu pasal pelanggaran pemilu yang dilakukan pelaku. Nanti akan kita lakukan klarifikasi dulu, dan untuk saat ini kita amankan di kantor Sentra Gakkumdu,” kata Hadimas.

Tim Sentra Gakkumdu, Kasi Intel Kejari Banda Aceh, Baginda mengatakan, untuk penetapan dugaan pasal yang dilanggar itu nanti masuk dalam bagian Gakkumdu, saat ini masih dalam penilaian Panwaslih.

“Setelah nanti Panwaslih melakukan proses pemeriksaan dan menyatakan ada tindak pidana di sini, maka masuklah yang namanya register Gakkumdu, nanti barulah tim Gakkumdu melakukan pembahasan tahap pertama, dan di situ nanti kita tetapkan pasal tindak pidana yang dilanggar dalam undang-undang pemilu,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK