Untuk Siapakah Hasil Pemilu?

Oleh Hamdani, S.E, M.Si.

Barangkali pertanyaan yang menjadi judul tersebut pernah ditanyakan pada Anda oleh seseorang. Mereka tidak mengerti mengapa mereka harus mendatangi tempat-tempat pemungutan suara dan menusuk gambar orang-orang yang ada di kertas itu. Lalu ditanyakan apa manfaatnya bagi mereka.

Sekilas pertanyaan seperti itu terlihat sepele dan tidak ilmiah bahkan cenderung “ndeso” dan kurang berbobot. Mungkin sebahagian orang memandangnya demikian.

Namun sesungguhnya bila kita ingin mendalami sedikit saja tentang pertanyaan itu, maka kita akan mungkin mengubah pendapat tadi. Dan kita temukan ternyata pertanyaan tersebut sangat substansial.

Kenapa saya katakan sangat subtansial? Karena itulah yang menjadi dasar mengapa kita harus menemukan alasan yang kuat untuk ikut serta dalam pemilu. Soal siapakah yang sesungguhnya menikmati hasil pemilu itu sendiri.

Maaf, saya tidak bicara teori ilmu negara atau pokok bahasan ilmu politik. Sebab di sana secara teori memang jelas disebutkan untuk siapa.

Saya membicarakan hasil pemilu yang besok akan dihasilkan oleh ratusan juta warga negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bahkan hasil pemilu dari jutaan WNI di luar negeri yang sejak kemarin berjuang, penuh peluh dan lelah, hingga ada yang harus kecewa karena tidak terlayani hak mereka dengan baik.

Saya bicara tentang hasil pemilu yang nyata dan faktual. Benarkah pemilu untuk negara? Benarkah pemilu untuk kesejahteraan rakyat? Benarkah hasil pemilu bukan untuk segelintir orang atau sekelompok partai haus kekuasaan dan pejabat perampok uang rakyat? Untuk siapakah sebenarnya.

Untuk menjawab pertanyaan di atas barangkali Anda dapat membaca kembali hasil kajian atau penelitian empiris yang dilakukan oleh para ilmuan. Periksa kembali apa temuan mereka. Adakah hasil pemilu yang pernah ada secara signifikan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya?

Oke, Anda tentu memiliki jawaban dan pendapat sendiri. Semisal ada yang mengatakan, “tidak ada hubungan langsung antara hasil pemilu dengan kesejahteraan” karena pemilu merupakan cara penentuan “petugas” negara dalam sistim demokrasi. Jadi tidak ada korelasi dengan kesejahteraan rakyat.

Ditambahkan lagi, kesejahteraan itu kaitannya dengan pendapatan, harga-harga barang/jasa, upah/gaji, biaya hidup, tabungan, keamanan, keadilan, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan seterusnya. Sehingga pemilu tidak mengasilkan itu, pemilu hanya menghasilkan orang yang meminta dirinya dipilih untuk menjadi “petugas” negara.

Lantas apakah jawaban Anda? Satu argumen orang desa yang melihat hasil pemilu yang tidak memberikan efek positif apa-apa buat mereka. Justru hasil pemilu semakin menambah menderita hidup mereka.

Saat sebelum pemilu harga-harga terjangkau kemudian naik, lapangan kerja sulit, listrik mahal, harga barang tiap hari naik, uang jadi rendah harganya, begitu pengalaman yang mereka rasakan paska pemilu lalu.

Anda mungkin akan berkata itu adalah cara pandang pesimis dan politis. No, itu fakta yang dirasakan warga yang dahulu setia memberikan suara-suara mereka di bilik suara pada “tuan” yang menjanjikan kebahagiaan.

Mereka rakyat jelata yang setia pada negaranya dengan tulus ikhlas mengantri demi demokrasi kita. Namun nyatanya mereka tidak mendapatkan apa-apa.

Dan kini, malam ini dan esok hari mereka lagi-lagi dihadapkan pada situasi 5 atau 10 tahun yang lalu. Petugas yang datang ke rumah mereka membawa berita bahwa ada undangan untuk memenuhi bilik suara.

Lalu mereka pun sekarang bertanya, untuk siapa suara saya? Hasil ini siapa yang menikmati? Katanya pemilu bisa mengubah jalan desa jadi lebih baik, lapangan kerja tercipta 10 juta, biaya kesehatan ditanggung negara, dan 60 janji lainnya yang tiada kami rasa. Mana?

Lalu tidak salah kalau mereka pun berkata “sudahlah tuan, biarkan kami hidup dengan jalan-Nya” jangan kami dipaksa untuk menusuk gambar orang yang tidak memiliki rasa. Sebab, doa kami telah lama dirampas oleh hasil pemilu yang tidak pernah membawa sejahtera.

Selamat memilih, jangan golput.[]
Email: hamdani.aceh@gmail.com

KOMENTAR FACEBOOK