Arpus dan FAMe Bedah Dua Buku Dosen UIN Ar-Raniry

Foto dok FAMe

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Aceh bekerja sama dengan Forum Aceh Menulis (FAMe) membedah dua buku Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Dr Sri Rahmi, MA, di Aula Arpus Aceh, Kamis (18/4/2019).

Kedua buku tersebut berjudul, yaitu Kepala Sekolah & Guru Profesional dan Kepemimpinan Humanis Religius di Lembaga Pendidikan Islam. Pada kegiatan bedah buku tersebut menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya sebagai pembedah, yaitu Staf Ahli di Dinas Pendidikan Aceh, Dr. Bahrun, M.Pd dan Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika.

Sebagai penulis, Sri Rahmi mengatakan kedua buku tersebut merupakan buku yang ketiga dan keempat yang ia tulis. Dua Buku sebelumnya juga berkaitan dengan pendidikan. Sri Rahmi saat ini juga sedang menyiapkan buku baru yang masih dalam bentuk draf tentang kisah hidupnya sebagai penyintas tsunami hingga meraih gelar doktor.

Ia mengatakan mengapa ia menulis tentang kepemimpinan di lembaga pendidikan, karena baginya dalam lembaga pendidikan itu yang paling urgen soal kepemimpinan. Ketika pimpinannya baik, maka baik pula lembaga tersebut.

“Buku ini adalah hasil riset, saya sangat senang dibedah hari ini karena jika ada kekurangan nanti bisa saya revisi edisi selanjutnya, serta saya akan tambahkan dua bab lagi,” jelas Sri Rahmi.

Ia menambahkan, setelah ia meriset pada sebuah lembaga pendidikan, ternyata ia menemukan ada suasana religius dan humanis pada kedua lembaga pendidikan tersebut. Kemudian ia meramu dan menamakan kepemimpinan di lembaga tersebut sebagai kepemimpinan humanis religius yang menjadi judul bukunya.

Sedangkan buku yang kedua yakni buku Kepala Sekolah & Guru Profesional, kata Sri Rahmi berdasarkan pengalamannya saat mengajar. Ia mengamati mahasiswa susah sekali memahami indikator guru profesional sehingga ia berinisiatif menulis buku dengan tema tersebut.

Pembedah pertama, Dr Bahrun M Pd mengatakan perlu menambahkan riset-riset terbaru tentang guru di Aceh. Artinya jika dia baca buku tersebut masih sangat kontekstual.

“Masih banyak sekali persoalan guru yang belum terselesaikan, baik itu kualitas guru itu sendiri maupun guru yang matrealis. Kita berharap guru bisa lebih baik ke depan,” ujarnya.

Ia mengajak para anak muda untuk giat menulis. Apalagi mampu ditulis dengan gaya yang populer bisa dibaca oleh banyak orang, sehingga tidak membosankan.

Sedang pembedah kedua yaitu Yarmen Dinamika membedah buku berjudul Kepemimpinan Islam Humanis Religius menggunakan rumus tujuh C, yaitu: cover (sampul), content (isi), context (konteks), correct (kebenaran), clear (jelas), consistent (konsisten), dan catching (enak dipandang).

“Buku Doktor Sri Rahmi dari cover perlu penyesuaian warna agar enak dipandang, begitu juga filosofi kepemimpinan warnanya terang. Cover yang baik adalah jika dilihat ukuran jarak dua meter masih jelas terbaca,” katanya.

Selain itu masih ada kesalahan-kesalan pasangan kata seperti masih ditulis kata “terdiri dari” seharusnya “terdiri atas”. Kata Yarmen, dalam bahasa Indonesia ada beberapa pasangan kata yang tidak boleh tertukar seperti: terbuat dari, terdiri atas, sehubungan dengan, dan lain-lain.

“Yang paling menarik dari buku tersebut ditulis berdasarkan riset dan ditopang oleh enam teori dari Amerika, serta teori kepemimpinan islami dari peneliti muslim. Jadi buku ini sangat berguna dan bagus sekali untuk pengetahuan, ” tambah Yarmen.

Acara bedah buku tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang diwakili Sekretaris Dinas Arpus, Drs Syaharwardi. Kegiatan ini dihadiri 45 peserta dari berbagai kalangan.[]

KOMENTAR FACEBOOK