Berdamai di Malam Nisfu Sya’ban

Oleh : Tgk Baihaqi*)

Pesta Demokrasi Pemilihan Umum berupa pilpres dan pileg 2019 pada tanggal 17 April 2019 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah berakhir dengan damai, Tentram dan Kondusif.

Pengumuman kandidat pemenang untuk memimpin dari negeri ini akan diumumkan secara resmi oleh pihak KPU tanggal 22 Mei 2019. Walaupun sebahagian Lembaga Survei telah mendata hasil quick count, akan tetapi hasil quick count ini tidak menjadi pegangan sebelum hasil yang real dikeluarkan oleh KPU.

Puji Syukur Kita panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan iradah serta qudrah-Nya semoga pemimpin yang terpilih mampu menjaga Amanah, menunaikan segala janji – janjinya ketika masa – masa kampanye. Memihak kepada rakyat tanpa membedakan ras dan suku tertentu, juga membela agama dan bangsa yang kita cintai ini, ketika datang gejolak – gejolak untuk meruntuhkan agama dan bangsa. Ini merupakan harapan dari rakyat yang merindukan pemimpin dan wakil rakyat yang adil dan beradab.

Nabi Muhammad SAW bersabda “ Bila datang malam Nishfu Sya’ban maka Allah memperlihatkan diri kepada makhluk – Nya, lalu dia mengampuni dosa – dosa kaum mukminin, menangguhkan orang – orang Kafir, dan meninggalkan orang – orang yang dendam bersama dendam mereka hingga berdoa kepada-Nya.”

Hadist ini menerangkan keistimewaannya malam Nishfu Sya’ban bagi orang mukmin, semua dosa makhluk diampuni oleh Allah SWT, kecuali makhluk yang masih menyimpan rasa dendam di hatinya.

Oleh karena itu, jangan sia – siakan mari buang rasa dendam dari pada efek pesta Demokrasi yang telah berlalu, bagi yang menang harus merangkul saudara kita yang kalah, bagi yang kalah harap menerimanya dengan lapang dada karena semua rezeki sudah ada yang mengatur jangan gundah serta putus asa, kompetisi cuma sehari jangan sampai membuat kita saling memaki meyimpan rasa dendam yang berkepanjangan.

Di malam Nishfu Sya’ban ini, menjadi momentum bagi kita yang ikut andil dalam pesta demokrasi untuk menghilangkan sifat dendam sesama saudara kita, dengan jaminan pengampunan dosa di sisi Allah SWT. Jangan ada lagi maki – memaki , membully dan memecah belah, mari kembali bersatu dalam kebhinekaan.

Dalam hadist yang lain Nabi pernah bersabda kepada istrinya Aisyah r.a , yang menerangkan bahwa pada malam Nishfu Sya’ban Allah SWT membebaskan hamba – hambanya dari neraka sebanyak bulu kambing, kecuali enam golongan : 1. Pecandu minuman keras; 2. Orang yang durhaka pada orang tua; 3. Terbiasa melakukan zina; 4. Orang yang bengis; 5. Orang yang suka menggambar; 6. Orang yang suka memfitnah.

Pada point keenam patut perhatian lebih karena mengingat pra pemilu para kontestan dengan tim suksesnya demi meraup suara rakyat terkadang rela memfitnah, memberitakan berita hoaks kepada lawan konstestasinya. Maka manfaatkan malam Nishfu Sya’ban sebagai pintu bagi kita untuk kembali ke jalan yang benar, menghentikan fitnah dan berita hoaks yang dulu pernah kita kemukakan di ruang publik, agar kita termasuk kedalam golongan yang dibebaskan dari api neraka.

Malam Nishfu Sya’ban juga tergolong malam mustajabah do’a, jadi mari bagi para kontestan terus berdo’a yang terbaik dengan hasil dikeluarkan oleh KPU nantinya, inilah kesempatan kita menggiatkan diri bermunajat kepada Allah SWT. Sekali lagi hasil quick count yang dikeluarkan oleh lembaga survei itu tidak bisa jadi acuan bagi para pemenang, tapi hasil real count dari KPU nantilah yang jadi acuan utama. Jadi, mari terus berdo’a dengan bersungguh kepada Allah SWT agar diberikan yang terbaik.

Santri Dayah Bustanu Malikussaleh Ruhul Quddus, Gp.Birem Puntong Kec.Langsa Baro Kota Langsa. Peserta pelatihan jurnalistik oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh 2019.

Foto hanya ilustrasi. Salah satu panorama di sepanjang perjalanan Madinah-Mekkah.

KOMENTAR FACEBOOK