Pemilu Selesai, Apa Lagi?

0leh Fajri*)

Indonesia selain dikenal sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia setelah India dan Amerika Serikat.

Penyelenggaraan pemilu di suatu negara merupakan indikasi bahwa negara tersebut menganut sistem demokrasi. Indonesia mencatat sejak tahun 1955 sampai dengan 2019 sudah melaksanakan 12 kali pemilu tanpa pilkada. Jika ditambahkan dengan pilkada di setiap daerah maka angkanya akan jauh lebih besar.

Jika di negara-negara lain di dunia demokrasi tidak tumbuh dan berkembang biak dengan baik, lain halnya di Indonesia. Di Indonesia demokrasi tumbuh dan berkembang dengan sangat baik tanpa ada hambatan dan rintangan apalagi pasca reformasi 1998 Indonesia seakan menjadi habitat baru demokrasi. Salah satu kemajuan demokrasi Indonesia pasca reformasi 1998 adalah terselenggaranya pilpres dan pilkada di mana pada masa Orde Lama dan Orde Baru hanya ada pemilihan legislatif sedangkan pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah sama sekali belum dikenal.

Hingga saat ini semua jajaran pemimpin kekuasaan eksekutif dari presiden hingga kepala desa dipilih langsung oleh rakyat kecuali camat. Mungkin beberapa tahun mendatang seiring dengan membaiknya iklim demokrasi di Indonesia camat juga akan dipilih langsung oleh rakyat.

Pemilu 2019

Hiruk pikuk dan hingar bingar pemilu selama hampir satu tahun mencapai klimaksnya pada hari pencoblosan. sore hari pencoblosan para kandidat yang ikut berkontestasi dalam pemilu sudah hampir bisa memastikan sukses atau gagal dari hasil rekap di tiap TPS.

Tentunya kita bergembira dan bersyukur secara umum pemilu berjalan dengan baik, tertib, dan aman tanpa ada insiden yang menganggu jalannya proses pencoblosan suara. Padahal saat musim kampanye kita disuguhkan “perang” brutal antar timses dan pendukung baik di dunia maya dan dunia nyata. Semua ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia sudah cerdas dan bijaksana dalam berdemokrasi.

Para kontestan pemilu maju mencalonkan diri menjadi anggota legislatif tentunya dengan motif dan tujuan yang beragam. Dan kami rakyat berbaik sangka bahwa yang terpilih adalah mereka-mereka yang tujuannya untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa. Para pemilih juga demikian, memilih dengan harapan bahwa kontestan-kontestan yang dipilihnya adalah orang-orang yang mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa. Adalah dosa besar jika pemilu yang biayanya puluhan triliun Rupiah cuman menghasilkan pemimpin yang membawa dampak buruk bagi bangsa dan kehidupan rakyat.

Pemilu selesai bukan berarti tidak menyisakan masalah sama sekali. Kontestan-kontestan yang menang tidak perlu jumawa dan berbesar kepala dengan kemenangannya karena amanah yang akan anda pikul sangatlah berat. Sedangkan kandidat yang kalah juga tidak perlu sakit dan gila hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa dan rumah sakit raga.
Tiga hari pasca pencoblosan suhu poltik nampaknya semakin panas saja. Apalagi kedua kubu capres baik 01 atau 02 saling klaim memenangkan pertarungan pilpres dengan berbagai macam bukti dan argumentasi. Tindakan kedua kubu capres ini tentunya mengganggu emosional masyarakat dan membingungkan belum lagi dugaan kecurangan di sejumlah lokasi pemungutan suara. Komisi pemilihan umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu dalam hal ini sangat diharapkan peran dan kebijaksanaannya oleh masyarakat untuk meredam gejolak kedua kubu capres serta dapat menjawab dugaan kecurangan yang merugikan salah satu pasangan capres-cawapres.

Selain itu Kami sebagai rakyat memilih dengan ragam harapan dan tujuan serta menunggu realisasi janji-janji dan komitmen-komitmen dari kontestan-kontestan yang terpilih sesaat setelah pelantikan hingga selesai masa tugas.

Jika para kontestan terpilih mampu merealisasikan janji-janji dan komitmen-komitmen saat kampanye dulu maka akan kami puja-puji anda dan akan kami pilih kembali lima tahun mendatang. Namun, jika kontestan-kontestan terpilih tidak mampu mewujudkan janji-janji kampanye alias ingkar janji maka akan hukum dengan hukuman cercaan dan makian munafik ingkar janji serta jangan bermimpi dikencingi setan akan kami pilih kembali lima tahun mendatang.
Selamat kepada kandidat terpilih semoga mampu mewujudkan perubahan untuk rakyat baik moril maupun materil serta kemajuan bangsa secara umum.

*)Penulis adalah kepala MAS Imam Syafi’i Sibreh Aceh Besar.

KOMENTAR FACEBOOK