10 Suara Anak Aceh Hasil Duek Pakat Aneuk Aceh 2019

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Forum Anak Tanah Rencong (FATAR) menyuarakan sepuluh poin suara anak Aceh tahun 2019 hasil Duek Pakat Aneuk Aceh 2019 yang diselenggarakan di Banda Aceh pada 18-21 April 2019. Suara anak Aceh tersebut dibacakan oleh Gubernur Anak Aceh Miftari Rauzah pada puncak acara malam tadi di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Sabtu (20/4/2019).

Kesepuluh poin tersebut, yaitu: menuntut Pemerintah Aceh untuk mengeluarkan peraturan gubernur terkait percepatan pembentukan forum anak di tingkat desa serta mengoptimalkan anggaran operasional forum anak; meminta pemerintah untuk menyediakan ruang bermain ramah anak; meningkatkan sosialisasi, edukasi, dan realisasi sehingga terwujudnya restorasi rokok.

Berikutnya: Forum Anak bersama pemerintah bekerja sama dalam gerakan 5R untuk mewujudkan Aceh Green; menolak segala bentuk perundungan di sekolah, lingkungan masyarakat, dan media sosial dalam rangka mewujudkan Aceh damai; mendukung dan mendorong optimalisasi ibadah anak Aceh sebagai suatu kewajiban dari masing-masing agama menuju Aceh yang meuadab atau beradab.

Mereka juga akan mendukung pemerintah dalam upaya percepatan dan pemerataan kepemilikan akte kelahiran; memohon kepada pemerintah untuk menaikkan batas usia perkawinan anak; mendorong pemerintah, instansi terkait, dan lini sektor untuk bekerja sama dalam menunjang masa depan anak berhadapan dengan hukum (ABH); dan menuntut pemerintah untuk menyediakan prasarana dan sarana yang dapat memaksimalkan peran anak berkebutuhan khusus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Nevi Ariyani, dalam kesempatan itu mengapresiasi anak-anak tersebut yang telah merumuskan dan membacakan suara mereka sebagai representasi suara anak-anak Aceh maupun anak-anak Indonesia pada umumnya.

“Selama beberapa hari anak-anak ini sudah mendapatkan materi, mengikuti FGD, sesi kelompok dan melalui pertemuan ini juga mereka saling bertukar pikiran,” ujar Nevi.

Nevi mengatakan, DP3A sebagai lembaga pengayom FATAR juga melakukan kerja sama dengan sejumlah lembaga sebagai bentuk keseriusan dalam isu perlindungan dan pemenuhan hak anak di Aceh. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara FATAR dengan LSM Flower Aceh, Blood For Life Foundation, dan aceHTrend.

Pada kesempatan itu turut dinobatkan dua Tunas Muda Pemimpin Aceh 2019, yaitu Oca dari Forum Anak Banda Aceh dan Syarifah Afra Novianti dari Forum Anak Aceh Barat. Sebagai duta FATAR, keduanya mendapat tugas untuk terus mengampanyekan isu perlindungan dan pemenuhan hak anak di lingkungan masing-masing. Selain itu juga turut diberikan penghargaan kepada sekolah pelopor kolaborasi untuk MIN 27 Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Acara tersebut turut dihadiri istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandar, dan Duta Genre Aceh.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh bersama Forum Anak Tanah Rencong mengadakan pertemuan bagi 50 anak dari seluruh kabupaten/kota dalam kegiatan Duek Pakat Aneuk Aceh 2019 di Banda Aceh sejak 18-21 April 2019.

Kasi Hak Sipil Informasi dan Partisipasi Anak DPPPA Aceh, Amrina Habibi, mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk memberikan ruang partisipasi bagi anak-anak dalam menyampaikan pendapat dan pandangannya kepada pemerintah.

“Pertemuan ini juga menjadi sarana strategis bagi anak dalam berbagi informasi dan berdiskusi tentang isu-isu terkini dan berbagai persoalan yang harus segera mendapat perhatian dan intervensi dari pihak mana pun,” katanya melalui siaran pers yang diterima aceHTrend, Kamis (18/4/2019).

Tahun ini kata dia, merupakan tahun kedua Duek Pakat Aneuk Aceh diselenggarakan. Sebelumnya kegiatan itu bernama Forum Anak Daerah Aceh.

“Pada tahun ini Duek Pakat Aneuk Aceh mengangkat tema Meusapat Ta Bri Sepakat dengan konsep ‘Dreamland’, di mana akan menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan mimpinya,” kata Amrina.[]

KOMENTAR FACEBOOK