Agar Quran Waqaf Tak Dipindahkan Dari Masjid Haram

ACEHTREND.COM,Mekkah- Amin, karyawan AFI Tour Jakarta, pendamping rombongan umrah Partai NasDem bersama ulama Aceh, ketika usai ziarah ke Jabal Rahmah, Padang Arafah, Minggu (7/4/2019) mengatakan siapa saja yang ingin mewaqafkan Quran untuk Masjidil Haram, agar menghubungi dirinya.

Awalnya kami biasa saja, dengan pengumuman itu. Tapi kala Ustad Amin menyebut bahwa harga Quran 50 Riyal/eks, kami jelas terkejut. Karena harga Quran yang dijajakan oleh orang India dan Pakistan di jalan menuju mesjid, hanya 20 riyal saja.

Ustad Amin tersenyum. “Benar yang dijual di jalan itu harganya demikian. Rupa dan bentuk tidak ada perbedaan. Tapi soal kualitas, jauh beda,” kata Amin.

Amin menjelaskan semua Quran bisa diwaqafkan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Apalagi kala melakukannya, hanya perlu menaruh Quran di tempat yang sudah disediakan. Tapi jangan lupa, bahwa akan ada petugas yang melakukan penyortiran. Quran yang tidak memenuhi spesifikasi pengelola mesjid, akan ditarik dan digudangkan. Pada waktu-waktu tertentu akan dibawa keluar Masjidil Haram untuk disumbangkan ke masjid lain.

“Tujuan kita mewaqafkan Quran agar dibaca di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Karena fadhilah fahalanya yang luar biasa. Ya kan? Untuk itu kualitasnya haruslah sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh pengelola mesjid,” kata Ustad Amin.

Usai Ustad Amin memberikan keterangan rinci, beberapa di antara kami segera memesan Quran. Mulai satu hingga lima eks. Rizal Fahlefi dan Taf Haikal dari NasDem Aceh ikut memesan dengan jumlah di atas satu eksamplar. Beberapa lainnya sudah membeli Quran yang dijajakan oleh pedagang asal India dan Pakistan di pinggir jalan. Sehingga tidak lagi memesan dari Ustad Amin.

Menurut Ustad Amin, Quran yang dipergunakan di Masjidil Haram dicetak khusus dipercetakan yang dikelola negara. Karena kualitasnya memang paling bagus, maka harga pengganti biaya cetak pun lumayan mahal untuk beberapa kalangan. Kalau dirupiahkan, setara 200.000 per eksamplar Quran.

Tapi kelebihannya, Quran yang memenuhi syarat, tidak akan digudangkan oleh petugas yang melakukan penyortiran. “Bayangkan betapa banyak fahala yang mengalir ke empunya waqaf, karena Quran yang diwaqafkan itu terus-menerus dibaca oleh jamaah yang datang ke Masjidil Haram,” tutup Ustad Amin. []

KOMENTAR FACEBOOK