Pentingnya Teungku Dayah Seumeubeut Politik

Ikramullah. (Ist)

Oleh Ikramullah Jenif*)

Kehidupan politik selalu menguncang dunia dengan bermacam perspektif dan praktiknya. Politik yang paling tajam yaiti tentang kekuasaan. Indonesia, sebagai negara dengan konsep demokrasi paling bebas di dunia, cara menentukan seorang pemimpin harus berjalan dalam demokrasi politik. Hadirnya demokrasi supaya masyarakat Indonesia bisa memilih sendiri siapa yang pantas menjadi pemimpin.

Akan tetapi, menurur penulis, pemahaman terhadap politik itu tidak terarah di era demokrasi. Tanggung jawab pemilih sebatas saat pencoblosan saja.

Mayoritas masyarakat masih berpikir siapa pun bisa dipilih menjadi kepala dearah dan kepala negara, rakyat tetap seperti ini.

Hal yang menjadi boomerang di kalangan masyarakat sekarang sehingga beberapa putaran politik masyarakat selalu kebingungan dan terhipnotis dengan isu yang datang.

Sekarangnya adalah tahun politik, tahun di mana orang beradu argumen dan membicarakan tokoh yang sudah tercatat di kertas KPU di pemilu 17 April, setiap balai desa dan warung kopi digerumuh oleh suara pendukung caleg dan capres 5 tahun mendatang.

Politik adalah salah satu peluang keberhasilan dan kehancuran bagi bangsa dan negara, tergantung penunggang atau pelaku politik itu seperti apa. Maka tidak heran, masyarakat berpolitik seperti ikan yang melihat umpan di mata pancing, tidak dimakan rugi karena di depan mata, dimakan pun akan mati dicincang dan disajikan makanan.

Oleh karena itu, pengelola politik sekarang harus berada dalam garis aman dan benar dengan menciptakan pemahaman politik bagi setiap masyarakat Indonesia, harus mengerti apa itu politik dan apa itu demokrasi yang konsekuensinya masa depan bangsa, anak cucu dan negara.

Maka orang-orang berilmu harus hadir khususnya teungku dayah, yang menurut penulis mayoritas dari mereka mengerti dan paham dengan ilmu politik, ilmu pengetahuan politik sangat jelas terterangkan di dalam kitab-kitab ulama dulu yang sekarang dikaji dan seumeubeut di dayah.

Di mana teungku dayah bukan hanya mengajar di masjid, balai dan di dayah saja tapi juga harus mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat dari kecil sampai tua sekali pun dikarenakan bahaya yang ada dipolitik harus diatasi oleh ilmu pengetahuan politik yang benar dan menciptakan pemaham demokrasi politik seluruh aspek pemikiran masyarakat, dikhawatirkan bila penerangan tidak hadir maka politik hanya jadi bencana kegegalapan.

Mau tidak mau, dunia politik akan dikuasai oleh penjajah yang tidak suka terhadap Islam dan negara, sehingga kehancuran tidak diherankan terjadi maka pencegahan sebelum bencana itu terlebih baik. Penyelamatan salah satunya adalah tokoh-tokoh dan teungku-teungku dayah sekitar, para ustand dan ustadzah, para kiyai dan ulama-ulama.

Teungku dayah harus sanggup menciptakan sistem kebaikan kepada masyarakat sekitar dengan kemampuan masing masing, harus bisa membawa masyarakat dalam kebaikan dan perbaikan.

*)Penulis adalah santri dayah Babussalam al Aziziyah Jeunib.