SADAR, Langkah Pertama Mitigasi Bencana Santri Dayah

Oleh Usamah El Madny*)

Siapa pun kita tentu tidak berharap sebuah musibah itu terjadi. Bahkan agama kita secara khusus mendorong kita berdoa dengan do’a khusus yang diajarkan Nabi SAW agar musibah dan bencana jauh dan terhindar dari kehidupan kita. Namun sebagai sebuah sunnatullah, bencana itu dapat terjadi kapan saja, di mana saja dalam berbagai bentuk dengan segala konsekwensi kerusakan dan kerugian yang sulit diprediksi.

Sejumlah pakar kebencanaan dan lembaga yang konsern menangani bencana di Aceh juga nasional telah berulang kali menginformasikan bahwa Aceh merupakan bagian dari belahan bumi Indonesia yang rawan bencana. Informasi seperti ini tentunya tidak perlu menyebabkan kita terus tertekan secara psikologis karena selalu dibayang-banyangi kekhawatiran bakal ada bencana. Sebaliknya, informasi yang berbasis data ilmiah ini harus menjadi motivasi bagi kita melakukan berbagai persiapan dini dalam rangka meminimalisir resiko sebuah bencana.

Negeri Jepang juga merupakan negeri yang rentan ditimpa bencana. Yang membedakannya dengan kita adalah tingkat kualitas kesiapsiagaan dan kapasitas personal masyarakat Negeri Sakura itu menyambut kemungkinan bencana dan tindakan meminimalisir resiko yang mungkin terjadi.

Maka wajar saja sekalipun bencana alam sering terjadi di negeri ini namun jumlah korban jiwa dan harta benda selalu dapat diminimalisir.
Kondisi seperti inilah yang kita harapkan juga berlangsung di Aceh.

Kita tidak punya kuasa menolak bencana, tapi kita dapat saja melakukan sejumlah langkah meminimalisir resiko andaikata musibah itu terjadi.

Apalagi sebagaimana disinggung di atas, sejumlah pakar kebencanaan telah berulang kali mengingatkan bahwa Aceh adalah salah satu wilayah yang ditakdirkan rentan bencana. Disebutkan wilayah Aceh yang rawan gempa tektonik dari sumber gempa di laut adalah seluruh pesisir pantai barat dan selatan Aceh. Gempa yang berpusat di laut itu diyakini sangat berpotensi memicu terjadinya tsunami.

Ternyata di bawa Bumi Aceh ada sejumlah patahan yang menyebabkan Aceh rentan gempa. Patahan tersebut dikenal sebagai Patahan Semangko yang memiliki sejumlah patahan kecil menyebar seluruh Aceh. Patahan kecil penyebab gempa itu antara lain Patahan Anu – Batee, Patahan Samalanga – Sipopoh, Patahan Banda Aceh – Anu, dan Patahan Lamteuba-Baro.
Wilayah yang dilalui patahan ini juga sangat rentan terhadap longsor.

Menyadari fakta dan kondisi potensi bencana alam seperti ini mulai tahun anggaran 2019 Dinas Pendidikan Dayah Aceh merasa perlu dan sangat mendesak menghadirkan kegiatan mitigasi bencana di lingkungan dayah yang ada di Aceh. Melalui kegiatan mitigasi bencana ini yang ingin dilakukan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh adalah semacam ikhtiar mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana bagi santri dan manajemen dayah.

Sebagai langkah awal pada tahun ini bekerjasama dengan Fakultas Keperawatan Unsyiah melakukan kegiatan Santri Dayah Firts Aider (SADAR) di empat dayah, yaitu Dayah Inshafuddin Banda Aceh, Dayah Nidhamul Fata Banda Aceh, Dayah Al-Manar Aceh Besar dan Dayah ULee Titi Aceh Besar.

Sebagai pilot proyek pertama, kegiatan ini tentu belum sempurna. Yang diajarkan dan dilatih kepada santri baru sebatas tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta fasilitasi alat kerja. Melalui pelatihan awal ini akan ada sejumlah Unit P3K di sejumlah dayah yang nantinya dapat bertindak cepat dan akurat bila ada musibah atau bencana, terutama dilingkungan internal.

Kegiatan ini tentu belum sepenuhnya mengcover tindakan mitigasi bencana, ini masih pada tindakan pertolongan pertama bila ada musibah, ke depan kami ingin melaksanakan kegiatan lebih komprehensif dalam rangka mitigasi bencana di lingkungan dayah, ya salah satunya dengan cara bekerjasama dengan Pasca Sarjana Kebencanaan Unsyiah.

Beberapa waktu kedepan kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan di Dayah Al-Manar Aceh Besar dan Dayah ULee Titi Aceh Besar.

Kegiatan ini merupakan hal kecil dan sederhana yang coba dilakukan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, tapi kami berkeyakinan hal kecil ini akan bermanfaat besar dan luar biasa ketika suatu waktu ada kecelakaan yang tidak diharapkan terjadi di lingkungan dayah.

Saya memberikan apresiasi kepada para pimpinan dayah se Aceh yang telah menyambut hangat kegiatan ini.

Kegiatan pelatihan mitigasi bencana seperti ini tahun depan akan dilaksanakan secara merata di seluruh dayah di Aceh dengan mempertimbangkan representasi wilayah.[]

*)Penulis adalah Kepala Dinas Pendidikan Dayah Propinsi Aceh.

KETERANGAN FOTO : Kadis Pendidikan Dayah aceh, H. Usamah El-Madny, memberikan pengarah kepada Peserta SADAR di Komplek Dayah Nidhamul Fata, Lam Lagang, Banda Aceh, Selasa (23/4/2019)

KOMENTAR FACEBOOK