304 Warga Lamteumen Timur Ikut PSU di TPS 6

PSU di TPS 6 Gp Lamteumen Timur Banda Aceh, Kamis, 25 April 2019. @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sebanyak 304 warga Gampong Lamteumen Timur mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 6 Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh yang diselenggarakan di kantor geuchik pagi tadi, Kamis (25/4/2019).

Amatan aceHTrend, masyarakat terlihat antusias meluangkan waktu untuk memberikan hak pilih ulang tersebut.

Komisioner KIP Kota Banda Aceh, Hasbullah, kepada wartawan mengatakan proses PSU berjalan baik, ini dilakukan terkait pelanggaran administrasi. PSU ini diperintahkan dalam aturan KPU Pasal 65 Tahun 2019, di antaranya yang pertama terkait bencana alam dan yang kedua karena kerusuhan di TPS.

“Dalam poin d ayat 2, juga disebutkan terkait administrasi, seperti pemilih yang tidak berhak, yang tidak terdaftar dalam DPT, DPTb dan DPK, sehingga ini menjadi unsur dilakukannya PSU,” kata Hasbullah.

Untuk partisipasi pemilih, sambungnya, dalam PSU ini, antusias masyarakat sangat tinggi untuk hadir dan mengikuti proses pencoblosan di TPS 6.

“Animo masyarakat masih tinggi, masih semangat, mau datang ke TPS, walaupun juga kita umumkan kepada instansi dan pemerintahan, agar memberikan izin untuk para pemilih yang terdaftar di TPS 6 tersebut,” katanya.

Ditanya soal penyelenggara, yang jam kerjanya sudah bertambah, apakah ada dilakukan cek kesehatan, Hasbullah mengatakan, untuk TPS ini belum dilakukan, tapi pihaknya sudah menanyakan kepada petugas dan KPPS, bahwa tidak ada masalah apa pun.

“Kita tidak cek kesehatan, tapi kita tanyakan ke petugas dan ketua KPPS, katanya tidak ada masalah apa-apa, semua dalam kondisi sehat, terkait dengan honor tambahan, juga sudah keluar instruksi terbaru, bahwa honor petugas juga dibayarkan, termasuk anggaran untuk pembuatan TPS, sesuai prosedur di hari pertama kemarin,” katanya.

Batas pemungutan sampai pukul 13.00, dalam perintah langsung dilanjutkan dengan perhitungan suara, karena ada kearifan lokal maka paling telat dihitung sampai pukul 14.00 WIB.

“Setelah penghitungan, sesuai dengan proses nanti ada surat pengantar dari KPPS kepada PPS, maka PPS akan menyerahkan kepada PPK, untuk DPT jumlahnya 283, tapi di sini ada penambahan DPK yaitu pemilih yang menggunakan KTP sebanyak 21 orang, memang tinggi partisipasinya,” katanya.

Salah satu warga yang memilih, Idrus, kepada wartawan mengatakan, meskipun dilakukan PSU tidak pada hari libur, baginya tidak masalah, karena ia sendiri seorang pensiunan.

“Bagi saya tidak masalah, karena saya pensiunan, kita lihat komitmen pertama itu, diliburkan secara nasional, karena pesta demokrasi ini demikian pentingnya, tentinya dengan dilakukan ulang seperti ini akan menjadi beban, tidak hanya bagi negara, tetapi juga bagi masyarakat,” katanya.

“Harapan kita mudah-mudahan tidak terjadi lagilah, saran saya jangan dua kali seperti inilah, kalau di daerah, daerah dulu, kalau nasional, nasional dulu, kan, jangan serentaklah, karena kita tingkat keterampilan dan wawasan masyarakat tidak semua bisa kita stratakan,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin