Akan Dilelang, PN Suka Makmue Hitung Aset Kalista Alam

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GeRAM) berunjukrasa di depan Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Kamis (26/10/2017), untuk meminta PN Meulaboh segera mengeksekusi putusan MA terhadap PT Kalista Alam. @Antara/Syifa Yulinnas

ACEHTREND.COM, Sukamakmue – Pengadilan Negeri (PN) Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya mulai menunjuk pihak ketiga untuk menghitung seluruh aset perusahaan PT Kalista Alam agar bisa dilelang.

Sebelumnya, pihak PN Meulaboh sudah memberikan peringatan terhadap PT Kalista Alam, yang telah terbukti bersalah membakar lahan gambut Rawa Tripa sebanyak dua kali agar membayar denda sebesar Rp366 miliar berdasarkan putusan Mahkamah Agung.

Namun peringatan ini tidak diindahkan oleh perusahaan Sehingga PN Meulaboh melakukan penetapan lelang lahan yang didelegasikan kepada PN Suka Makmue Nagan Raya.

Kasubdit Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup melalui Pengadilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Saifuddin Akbar, menyampaikan sejauh ini pihaknya sudah melakukan rekomendasi tiga nama Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) untuk melakukan perhitungan terhadap aset Kalista Alam.

Saifuddin menjelaskan rekomendasi tersebut dilakukan sebagaimana perintah PN Suka Makmue Nagan Raya beberapa waktu lalu.

“PN meminta tiga nama lembaga untuk menghitung semua aset, dan sejauh ini telah ditetapkan satu lembaga dan sudah diambil sumpah,” kata Saifuddin, di Suka Makmue, Selasa, (23/04/2019).

Hal serupa juga disampaikan Humas PN Suka Makmue, Edo Juniansyah, menurutnya sudah menuju proses pelelangan tetapi ia belum dapat memastikan kapan jadwal pelelangan tersebut akan dilakukan.

“Proses itu sudah ada, kalau kapan akan dilakukan pelelangan itu belum bisa saya kasih tahu, tergantung proses perhitunganya nanti,” ujar Edo Juniansyah.[]

Editor : Ihan Nurdin