Diduga Gelembungkan Suara, Demokrat Akan Laporkan PPK Geureudong Pase

ACEHTREND.COM, Lhoksukon- Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh Utara akan melaporkan PPK Geureudong Pase, ke Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Aceh Utara, terkait dugaan penggelembungan suara ke salah satu partai politik di pleno tingkat kecamatan.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPC Partai Demokrat Aceh Utara, Wahyu Saputra saat dijumpai aceHTrend, Rabu (24/4/2019) mengatakan praktik curang itu dilaporkan oleh saksi partai yang selama ini mengamati perkembangan terkini proses rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan di seluruh Aceh Utara.

“Ada beberapa kecamatan yang terindikasi terjadi penggelembungan suara, hal ini diketahui berdasarkan tidak sesuainya hasil rekapitulasi tingkat kecamatan (DA1) dengan hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau Model C1 yang diterima oleh saksi,”kata Wahyu.

Dia menambahkan temuan tersebut didapatkan di Kecamatan Geureudong Pase, terjadi penggelembungan suara terhadap salah satu partai politik yang awalnya berdasarkan C1, hanya memperoleh 500 suara sekian. Tetapi disaat direkap di tingkat kecamatan atau DA1, partai tersebut diduga memperoleh 1000 suara lebih.

“Ini sangat jelas terjadi penggelembungan suara dan indikasi kecurangan yang sangat luar biasa. Bahkan ini sangat jelas menciderai pesta demokrasi,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, pihaknya juga tidak mendapatkan formulir DAA1 rekap tingkat gampong yang menjadi hak saksi yang hadir.

Selain itu, pihaknya juga mencurigai adanya transaksi di tingkat kecamatan antara PPK dengan peserta pileg untuk penggelembungan suara kepada caleg-caleg tertentu, transaksi ini diduga terjadi di semua kecamatan yang ada di Aceh Utara.

Kejadian tersebut telah disampaikan secara lisan kepada Panwaslih dan KIP Aceh Utara, dan hari Rabu (24/4/2019) pihaknya akan melaporkan secara resmi kepada pihak berwenang lainnya yaitu Panwaslih, KIP, Polres Aceh Utara dan Lhokseumawe.

“Jadi, jika jelas nantinya ini ditemukan kecurangan seperti ini, maka kami meminta kepada KIP untuk mendesak PPK se Aceh Utara untuk membuka kembali C1 yang berhologram sebelum proses rekapitulasi ini selesai di tingkat kecamatan dan selanjutnya akan dilanjutkan di tingkat kabupaten,” ungkapnya.

PPK Geureudong Pase Membantah

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Geureudong Pase membantah tundingan DPC Partai Demokrat Aceh Utara terkait dugaan ada penambahan atau penggelembungan suara kepada salah satu partai politik di Aceh Utara.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Geureudong Pase, Nasruddin, saat dihubungi aceHTrend, Rabu (24/4/2019) malam, membantah pihaknya melakukan penggelembungan suara ke salah satu partai politik, itu tidak benar. Karena suara untuk parpol yang dimaksudkan itu berjumlah 1.050 berdasarkan hasil pleno C1 berhologram.

Dia menyebutkan pihaknya melakukan pleno di tingkat kecamatan berdasarkan hasil C1 yang berhologram. Kemudian pada saat itu saksi dari Partai Demokrat tidak menyampaikan keberatan terkait hasil yang ditetapkan tersebut.

“Aturannya sebelum ditetapkan hasil, pihaknya juga menanyakan terlebih dahulu kepada para saksi yang hadir, namun tidak ada yang melakukan sanggahan keberatan dari saksi,” ujarnya.

Dia menjelaskan jika ada saksi keberatan mereka bisa menyampaikannya melalui Model C2-KPU (pernyataan keberatan saksi atau catatan kejadian khusus). Tetapi tidak ada yang keberatan dalam pleno kecamatan pada 20 April 2019.

“Intinya, kita berpedoman terhadap hasil pleno di tingkat kecamatan, artinya apabila tidak ada yang keberatan dari hasil itu maka tidak ada masalah,” ungkap Nasruddin.

Apabila Demokrat Aceh Utara ingin melaporkan kepada pihak Panwaslih, pihak PPK Geureudong Pase mempersilahkan saja. “Kami tidak bisa mencegah. Silahkan saja dilapor,” katanya.