Ketua BNN Pidie: Masih Banyak Bandar Narkoba Berkeliaran di Desa-desa

ACEHTREND.COM, SIGLI – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie AKBP Werdha Susetyo, mengajak masyarakat Pidie untuk melawan narkoba dan memantau generasi muda agar jangan terjebak menjadi pengguna narkoba. Apalagi bandar narkoba cenderung menjebak generasi muda menjadi pemakai dengan segala bentuk rayuan.

“Ini berbahaya, sekali memakainya, pasti akan kecanduan. Makanya harus dijaga dan kenali ciri-ciri perubahan pada anak, terutama remaja,” kata AKBP Werdha Susetyo, pada Panggung Rakyat sosialisasi “Bahaya Narkoba” yang digelar Diskiminfo Aceh di Desa Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie, Jumat malam, 26 April 2018.

Saat ini, kata Werdha Susetyo, di Pidie masih banyak bandar yang berkeliaran di desa-desa sehingga penting bagi orang tua untuk aktif memantau, jangan sampai terjebak.

“Jangan sampai mencoba-coba dulu, itu dipastikan akan kecanduan,” katanya.

Menurut Prasetyo, ciri-ciri bandar narkoba biasanya orang yang tidak memiliki pekerjaan jelas tetapi memiliki rumah mewah dan banyak mobil. Biasanya, mereka merayu orang-orang muda untuk memakai narkoba, awalnya gratis setelah tergantung baru bayar.

“Kenali perubahan pada anak, biasanya cenderung lebih pendiam dan menghindar bertemu orang tua. Ini berbahaya kalau sudah ketergantungan anak biasanya mencari berbagai cara untuk mendapatkan uang, termasuk membunuh. Itu sebabnya laporkan kalau ada kecurigaan anak menjadi pengguna, supaya direhabilitasi,” jelas Prasetyo.

Berdasarkan survei nasional, lanjut Ketua BNN Pidie, saat ini ada 40-50 orang per hari yang meninggal dunia karena narkoba. Pada survei tahun 2018 sudah 3,5 juta penduduk Indonesia yang terkena narkoba.

“Angka terbesarnya adalah coba-coba,” demikian kata Prasetyo.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK