Delagasi Kuwait Kunjungi Cahaya Aceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Delegasi Khusus Kuwait mengunjungi lembaga Cahaya Aceh di Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar pada Minggu (28/4). Kunjungan tersebut di dampingi Direktur Eksekutif Kafalah Indonesia, Syeh Mughni Affan, bersama rombongan Kedutaan Kuwait dari Jakarta.

“Mereka ingin melihat kegiatan para santri dan anak anak yatim yang mengikuti program melukis di Cahaya Aceh. Selain program lainnya yang sangat aktif,” ujar Mughni.

Mr Faisal JM AlJairan dari Kedutaan Kuwait merasa sangat senang dan terlibat diskusi panjang dengan anak-anak dan para orang tua yang hadir. “Alhamdulillah ini kedua kali saya ke Aceh dan memiliki kesan yang sangat banyak,” ungkapnya dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh CEO Cahaya Aceh, Azwir Nazar.

Bersama anggota delegasi Mr Azhar Rifaai, beliau merasa kagum dengan kegiatan-kegiatan program di Balai Cahaya Aceh yang berlangsung secara gratis dan kontinyu. Mr Azhar Rifaai juga terlihat mencatat semu apa yang disampaikan Ketua Pembina Cahaya Aceh tentang program dan capaian Cahaya Aceh baik yang sedang berjalan dan ke depan.

Hari ini misalnya, ratusan santri dan anak yatim dari berbagai daerah di Aceh Besar dan Banda Aceh mengikuti lomba melukis yang diadakan oleh Cahaya Aceh secara gratis dengan menggunakan media kanvas. “Penting bagi kita menumbuhkan lagi semangat belajar dan kreativitas anak-anak terutama di kampung-kampung bekas tsunami dan konflik di Aceh. Cahaya Aceh ingin hadir di sana. Menyalakan lagi lilin perubahan dan optimisme untuk generasi. Mulai dari yang kecil dan sederhana,” ucap mantan presiden PPI Turki itu.

“Saya percaya banyak anak-anak muda Aceh dan mahasiswa mau mengabdi secara ikhlas. Melukis ini juga upaya menangkal games yang meracuni anak-anak,” tambah Azwir.

Dalam setahun ini Cahaya Aceh sudah mengadakan berbagai kegiatan dan semuanya gratis hampir tiap hari di balai yang diberi nama ‘Balai Edukasi dan Taman Baca’. Di balai inilah berbagai kegiatan dan kerja sama mulai dibangun. Mulai dari program tahfiz, tafsir, dan tilawah Alquran. Juga kelas bahasa Arab, Inggris, dan Turki. Kelas taekwondo, menari, memanah, dalail khairat, hingga pengajian tafsir bagi warga.

Selain bidang pendidikan, di sektor sosial Cahaya Aceh juga mendistribusikan qurban, sembako warga miskin, dan kegiatan amal lain seperti pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Di akhir kunjungan, delegasi tersebut juga mencicipi kelapa muda yang disiapkan warga di Cahaya Aceh sebagai bentuk memuliakan tamu dan menjadikan Quwait sebagai saudara baru membangun Aceh di masa mendatang.

Menyambut puasa, bekerja sama dengan Kafalah Indonesia, Cahaya Aceh juga menjadi tuan rumah mendistribusikan sembako gratis bagi fakir dan yatim dari lembaga internasional dan komunitas muslim Eropa.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK