Petinggi Agama Yazidi Tidak Akui Anak Hasil Perkosaan Tentara ISIS

Seorang anak Yazidi yang disambut oleh komunitas mereka. Sekte ini hanya mengakui Yazidi bila kedua orangtua anak yang dilahirkan adalah penganut sekte itu. Foto: Reuters.

ACEHTREND.COM, Baghdad- Semenjak gerombolan bersenjata ISIS menyerang komunitas Yazidi di Sinjar, Irak, pada 2015 dan memperkosa para wanitanya, kini telah timbul persoalan baru. Pemuka sekte minoritas itu menolak mengakui anak yang lahir dari perempuan yang diperkosa oleh tentara ISIS, sebagai bagian dari Yazidi.

Dilansir oleh Aljazeera, Senin (29/4/2019) pemuka Dewan Spritual Tertinggi Yazidi, Ali Khedir Ilyas, pada Minggu mengatakan, semua orang didorong untuk kembali,termasuk perempuan dan anak-anak mereka. Tapi tidak ada yang bisa memaksa komunitas Yazidi untuk mengakui anak-anak yang lahir dari hasil perkosaan, untuk diakui sebagai bagian dari mereka.

Seperti halnya Islam, garis keturunan Yazidi juga diambil dari orangtua laki-laki. Bukan hanya anak-anak hasil perkosaan ISIL saja yang ditolak sebagai bagian dari komunitas Yazidi. Tapi perempuan Yazidi yang menikah dengan bukan Yazidi, juga tidak diakui lagi sebagai Yazidi.

Keputusan dengan tetap menolak pengakuan terhadap anak hasil perkosaan, tentu dikecam oleh berbagai kalangan, termasuk dari aktivis Yazidi sendiri. Tapi hingga saat ini tidak ada perubahan sikap dari petinggi sekte tersebut. Human Right Watch turut mengecam keputusan tersebut

Belkis Wille, peneliti senior Irak dan Qatar, mengatakan bahwa dari hasil penelitiannya, banyak wanita Yazidi yang menjadi tawanan sekaligus budak seks ISIS, mengatakan kepada dirinya, menyerahkan anak-anak yang mereka lahirkan kepada panti asuhan atau ke keluarga ISIS, sebelum mereka kembali ke komunitas Yazidi adalah sesuatu yang menyakitkan.

Sejak ISIS menginvansi pemukiman Yazidi, ribuan wanita diculik dan ribuan laki-laki dibunuh. Banyak yang berhasil melarikan diri dari sekapan ISIS beberapa bulan terakhir sejak “kekhalifahan ISIS” hancur di Suriah. Diperkirakan sekitar 3.000 orang Yazidi masih hilang setelah serangan ISIS yang membabi buta.[]

KOMENTAR FACEBOOK