Disnakermobduk Aceh dan BPMA Teken MoU Peningkatan SDM Sektor Migas

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menandatangani Nota Kesepahaman bersama di Kantor Dinaskermobduk di Banda Aceh, Selasa (30/4/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Sekda Aceh yang juga merangkap sebagai Kepala Disnakermobduk Aceh, Helvizar Ibrahim, dan Plt. Kepala BPMA Azhari Idris.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan sinergi positif bagi kedua belah pihak dalam rangka mendukung peningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia (SDM) di bidang minyak dan gas bumi.

Azhari Idris dalam sambutannya mengatakan, Disnakermobduk bisa berfungsi dalam pengawasan terhadap ketersediaan SDM dan penerapan regulasi yang berlaku dalam ketenagakerjaan bersama dengan BPMA sehingga Aceh bisa mengelola sumber daya alamnya sendiri sesuai regulasi yang berlaku.

“Ada beberapa lapangan baru migas yang akan terbuka sehingga akan ada penyerapan lapangan kerja baru untuk masyarakat Aceh,” kata Azhari Idris.

Azhari menambahkan, perlu ada sertifikasi nasional dan internasional yang bisa bisa didanai oleh Pemerintah Aceh untuk meningkatkan kompetensi anak-anak Aceh sehingga bisa menggantikan tenaga kerja profesional yang sudah lewat masa usia produktif.

“Dalam industri migas jenis pekerjaan yang ditawarkan adalah yang memiliki kompetensi siap pakai dan yang bersertifikasi, terutama pekerjaan teknis di lapangan,” ungkap Azhari Idris.

Azhari Idris menambahkan, BPMA memiliki pegawai yang memiliki kompetensi untuk mentransfer pengetahuan dan keahlian kepada anak-anak Aceh secara gratis.

Sementara itu, Plt Sekda Aceh, Helvizar, dalam sambutannya juga mengatakan bahwa Aceh bisa mencontoh Pemerintah Daerah Papua yang bekerja sama dengan British Petroleum dalam mempersiapkan tenaga kerja siap pakai dan bersertifikasi untuk kebutuhan di industri migas yang dilatih di Jawa Barat.
 
Helvizar mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Disnakertrans siap membantu penuh BPMA untuk mendukung kesiapan bagi tersedianya SDM yang berkompetensi.

“Perlu dilakukan mapping kebutuhan tenaga kerja dalam industri migas untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja,” kata Helvizar.

Helvizar juga menyampaikan agar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) perlu bekerja sama untuk mencari solusi mempersiapkan tenaga kerja siap pakai dan bersertifikasi bersama Disnakermobduk dan BPMA.

Ia berharap ada tindak lanjut dari MoU ini, berupa perjanjian kerja sama dengan setiap KKKS untuk masalah ketenagakerjaan di Aceh. Seremoni ini turut dihadiri perwakilan Medco E&P Malaka, Triangle Pase Inc, dan Zaratex N.V. sebagai KKKS yang beroperasi di Aceh.[]

Editor : Ihan Nurdin