Fastana-TDRMC Bekali Siswa Ilmu Mitigasi Bencana

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Fasilitator Tangguh Bencana Tsunami dan Tsunami Disaster Mitigation Research Center (Fastana-TDMRC) memberi pembekalan tentang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami untuk 30 siswa kelas XI SMA 1 Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang seminar Gedung TDMRC di Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (30/04/2019).

Selama kegiatan, siswa-siswi tersebut mempelajari tentang dasar mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami, bedah struktur dan fungsi escape building, serta ikut tur Escape Building TDMRC Gampong Ulee Lheue Banda Aceh.

Pembekalan ini dinilai penting sebab Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah rawan gempa bumi di Indonesia. Pada 2018 lalu Badan Penanggulangan Bencana Aceh mencatat, terjadi sebanyak enam kali gempa bumi di Aceh.

General Coordinator Fastana-TDMRC, Imam Maulana mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap bencana gempa dan tsunami serta cara mitigasinya. Hidup di kawasan rawan bencana alam, lanjutnya, menuntut setiap lapisan masyarakat, termasuk para pelajar agar paham bencana dan cara menghadapinya.

“Materi kali ini kita berbicara tentang dasar mitigasi. Misalnya kalau gempa harus lakukan apa, kalau kita lagi di lantai II seperti apa cara menyelamatkan diri. Jadi kalau gempa kita sudah tahu harus melakukan apa,” kata Imam melalui siaran pers yang diterima aceHTrend, Selasa (30/4/2019).

Pengetahuan tentang gempa dan antisipasinya menurut Imam, penting diketahui semua orang untuk mengurangi rasa panik ketika gempa terjadi. Ketika gempa terjadi, seseorang yang berada di dalam gedung bisa berlindung di bawah meja, tidak berdiri di dekat tiang atau pohon, serta menghindari bangunan yang tidak kokoh.

Di Banda Aceh, terdapat beberapa gedung escape building, empat di antaranya berada di dekat bibir pantai, yaitu di Gampong Ulee Lheue, Gampong Lambung, Gampong Deah Geulumpang, dan Gampong Deah Teungoh. Gedung ini dibuat sebagai salah satu alternatif tempat evakuasi ketika terjadi tsunami.

Gedung escape building di Banda Aceh memiliki tinggi 18 meter dengan daya tampung hingga 1.000 orang. Selain itu, terdapat gudang makanan serta bunker air yang mampu menyuplai air bersih selama tiga hari.

Escape building di Banda Aceh didirikan sebagai alternatif tempat tinggi bagi masyarakat sekitarnya untuk menyelamatkan diri jika tsunami terjadi,” jelasnya.

Kegiatan berbagi ilmu kebencanaan tersebut diisi oleh fasilitator muda Fastana-TDMRC, yaitu Syarifah Intan dan Rifani Nasron dengan materi Dasar Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami, serta Imam Maulana yang membedah gedung ecape building.

Fastana-TDMRC merupakan organisasi yang dibina oleh TDMRC dengan fokus utama pada mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Dibentuk sebagai ujung tombak untuk desiminasi ilmu kebencanaan bagi masyarakat.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK