In Cognito Usamah ke Dayah Cot Trueng

Kadisdik Dayah Propinsi Aceh Usamah El Madny (kiri) bersilaturahmi dengan Abu Cot Trueng. (Foto: Taufik Ar-Rifai/aceHTrend)

ACEHTREND.COM, Lhoksukon- Sebuah panggilan masuk ke ponsel milik Usamah El Madny, Rabu (1/5/2019). Panggilan itu kemudian diketahui berasal dari Tgk H. Muhammad Amin alias Ayah Cot Trueng.

“Assalammualaikum, Ayah. Ulon tuan jinoe teungoh menuju bak dayah (Assalammualaikum Ayah, saya sedang dalam perjalanan ke dayah),” ujar Usamah El Madny via telepon seluler.

Selang lima belas menit kemudian, sosok nomor wahid di Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini tiba di kompleks dayah. Dengan sumringah, Ayah Cot Trueng tersebut menyambut kadis bersarung ini dengan sapaan hangat.

Tgk Muhammad Amin alias Ayah Cot Trueng adalah salah satu ulama kharismatik Aceh. di kalangan masyarakat Aceh, pimpinan Dayah Raudhatul Ma’arif Gampong Cot Trueng, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara ini namanya cukup tersohor.

Sembari menyeruput segelas teh hangat, Ayah Cot Trueng banyak menceritakan tentang lika-liku sejarah dayah yang dipimpinnya. Dayah ini didirikan pada tahun 1946 di bawah pimpinan Tgk Abu Bakar alias Abu Cot Kuta yang mangkat pada tahun 1969. Abu Cot Kuta sendiri adalah kakek dari Tgk Muhammad Amin alias Ayah Cot Trueng.

“Jinoe siat na sekitar 2000 leubeh santri nyang meudagang sinoe (Sampai saat ini, ada sekitar 2000 lebih santri yang mondok di sini),” ujar Ayah Cot Trueng kepada Usamah El Madny.

Menurut Ayah Cot Trueng, dayah yang dipimpin kakeknya itu sempat vakum selama lebih kurang 23 tahun. Pada 21 Juni 1993, atau bertepatan dengan 1 Muharram 1414 Hijriah, Dayah Raudhatul Ma’arif kembali diresmikan di bawah pimpinan Ayah Cot Trueng. Di bawah kepemimpinannya, dayah Raudhatul Ma’arif berkembang sangat maju. Tercatat hingga sekarang santri yang mondok berjumlah lebih kurang 2000-an, berasal dari dalam dan luar Aceh. Bahkan santri dari Malaysia dan Thailand juga ikut menimba ilmu di sana.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny sangat bersyukur karena bisa menyempatkan diri hadir dan sekaligus bersilaturrahmi dengan Ayah Cot Trueng. Pasalnya, setiap ada waktu, Usamah selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke sejumlah dayah-dayah di seluruh Aceh.

Mengingat dayah di Aceh mencapai 1000-an, maka tidak cukup waktu bila semua dikunjunginya secara resmi. Maka setiap ada waktu kosong, ia selalu dimanfaatkannya untuk dapat bertemu dan bersilaturrahmi dengan pimpinan dayah secara in cognito alias kunjungan dadakan.

“Ulon tuan lakee meu’ah Abu, jinoe baro jeut lon meulangkah keunoe. Nyoe kebetulan sekalian na meupadum boh agenda kunjungan keunoe mewakili Plt Gubernur Aceh (Saya memohon banyak maaf Abu, baru kali ini bisa berkesempatan hadir kemari. Ini kebetulan sekalian menghadiri sejumlah agenda kunjungan dalam rangka mewakili Plt Gubernur Aceh),” ujar Usamah El Madny.

Dalam kunjungan tersebut, Ayah Cot Trueng juga banyak memberikan nasihat dan motivasi positif kepada Usamah El Madny. Ia berpesan agar mantan Sekretaris BKN Aceh ini benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh amanah. Dalam menjalankan segala rutinitas kerjanya, tambah Ayah Cot Trueng, harus benar-benar mampu membawa perubahan terhadap perkembangan dayah menjadi lebih baik sehingga menjadi salah satu pioner kemaslahatan ummat.

Usamah meminta doa restu kepada Ayah Cot trueng agar senantiasa diberikan diberikan keberkatan dan kesehatan. Sebelum berpamitan, Usamah juga meminta agar senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan segala amanah yang diembannya selama ini. Sebelum berpamitan, Ayah Cot Trueng mengajaknya untuk meninjau sejumlah sarana dan prasarana dayah yang sedang dibangun.

“Jika dilihat dari rasio santri dan sarpras yang ada, Dayah Raudhatul Ma’arif ini masih butuh perhatian lebih lanjut. Semoga kunjungan ini menjadi berkah dan sekaligus awal dari semangat kami dalam mengemban amanah ini dengan baik,” ujar Usamah El Madny seraya berpamitan kepada Ayah Cot Trueng. [ ]

KOMENTAR FACEBOOK