Ramadan, Momentum Memetik Pahala Berlipat Ganda

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Bagi umat Islam, Ramadan merupakan kesempatan untuk memperoleh ampunan, setiap amal ibadah akan diganjar dengan pahala berlipat ganda. Selain itu, bulan ini menjadi momentum untuk melawan hawa nafsu, termasuk dalam mengontrol emosi.

Ulama muda Aceh, Ustaz Masrul Aidi, mengatakan selama bulan suci ini semua kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba akan dibalas oleh Allah Swt dengan pahala berlimpah.

“Soal ibadah yang paling baik selama bulan puasa itu tidak ada yang spesifik. Semuanya sama atas dasar melakukan perbuatan baik di bulan suci ini, semua pahalanya akan dilipatgandakan. Meskipun tidak ada yang dikhususkan, tetapi yang diistimewakan adalah membaca Alquran, karena dibulan Ramadan, juga bulan turunnya Alquran. Sementara untuk yang lain tinggal meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah dari biasanya,” kata Ustaz Masrul Aidi saat dihubungi aceHTrend, Sabtu (4/5/2019).

Menurutnya memang tidak ada yang terlalu dikhususkan, kecuali karena siang wajib berpuasa, malamnya menghabiskan waktu dengan dilakukan pengajian, maka seseorang itu telah berbuat baik bagi dirinya sendiri, dan bagi orang lain, itu dianjurkan untuk diperbanyak di bulan Ramadan.

“Selama berpuasa, selain beribadah sambil bekerja, juga harus diperbanyak dengan aktivitas kajian tentang ilmu Islam, khususnya terkait keabsahan berpuasa dan salat, jangan sampai puasa berjalan, sementara apa yang dilakukan tidak sesuai kategori sahnya berpuasa,” katanya.

“Termasuk segala kapasitas ilmu yang fardu ain (wajib), dengan praktik salat, kemudian sedekah diperbanyak, karena keteladanan rasulullah selama bulan puasa lebih dermawan dibanding hari biasa, termasuk peduli kepada fakir miskin dan orang orang yang membutuhkan,” katanya.

Mengenai amalan yang paling besar pahalanya di bulan puasa, juga tidak ada hal yang spesifik, karena segala perbuatan baik yang diniatkan kerena Allah, maka akan dilipatgandakan amalannya. Allah Swt telah menjamin itu.

“Umpamanya untuk salat sunah saja, pahalanya setara seperti melakukan salat wajib, kemudian untuk yang salat wajib, pahalanya dilipatganda sampai 70 kali lipat, dari normalnya 10 kali lipat, sampai dengan tidak terhingga. Yang paling penting silaturahmi diperkuat, apalagi baru selesai konflik-konflik pemilu 2019, maka diperkuat lagi tali silaturahmi di dalam lingkungan sosial sehari-hari,” sebutnya.

Sementara bagi yang biasanya suka menghabiskan waktu di warung kopi dan bergadang, selama Ramadan ini diminta agar dikonversikan untuk bertadarus Alquran.

“Bagi yang agak berat melakukannya, bisa dimulai dengan mencintai masjid terlebih dahulu, usahakan salat lima waktu selalu berjamaah, pasti akan mudah,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK