Masak Merah yang Jadi Andalan Hidangan Meugang di Aceh

Daging masak merah khas Aceh @aceHTrend/Ihan Nurdin

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ramadan merupakan bulan istimewa yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Bagaimana tidak, di bulan mulia ini, semua kebaikan yang kita lakukan bakal diganjar pahala berlimpah oleh Allah Swt. Tak heran bila antusiasme umat Islam menyambut kedatangan Ramadan sangat luar biasa. Tak terkecuali di Aceh, provinsi berjuluk Serambi Mekah.

Menyambut kedatangan Ramadan di Aceh diawali dengan tradisi memasak daging yang disebut makmeugang atau meugang alias munggahan. Tradisi ini juga dilakukan untuk menyambut Idulfitri atau Iduladha. Lazimnya meugang ini berlangsung selama dua hari, yakni meugang phon dan meugang kedua.

Di Aceh tradisi ini sangat istimewa dan selalu diidam-idamkan, khususnya para perantau untuk pulang ke kampung halaman. Menariknya meski harga daging mahal, itu bukan jadi kendala berarti bagi masyarakat Aceh. Yang penting bisa makan daging bersama keluarga.

Di hari meugang ini kaum ibu bisa dipastikan paling sibuk karena merekalah yang bertugas mengolah daging lembu atau kerbau yang biasa disebut sebagai sie meugang. Daging tersebut diolah menjadi hidangan khas Aceh yang lezat seperti sie reuboh, masak mirah, masak puteh, atau digoreng biasa dengan tambahan taburan bawang goreng.

Di hari meugang menyambut bulan puasa, biasanya olahan daging yang dimasak tak terlalu bervariasi. Paling hanya satu atau dua menu saja. Berbeda dengan meugang menyambut Lebaran yang bisa bermacam-macam jenis olahannya. Di antara yang telah disebutkan di atas tadi, sie masak mirah bisa dibilang yang paling diandalkan di hari meugang ini untuk disantap bersama keluarga.

Bagi Anda yang ingin mencobanya, berikut kami sajikan resepnya untuk Anda:

Bahan utama:

  • Daging lembu/kambing/ayam/bebek

Bumbu halus:

  • Cabai kering;
  • Cabai merah;
  • Cabai rawit;
  • Bawang merah;
  • Bawang putih;
  • Ketumbar;
  • Kemiri;
  • Jintan manis;
  • Jintan ikan;
  • Biji ketapang;
  • Pala;
  • Biji kaca-kaci,
  • Kelapa gongseng;
  • Asam sunti;
  • Kunyit;
  • Jahe;
  • Merica.

Rempah:

  • Kapulaga;
  • Bunga lawang;
  • Kulit kayu manis;
  • Serai;
  • Daun pandan;
  • Daun salam;
  • Daun kari (oen teumurui);
  • Lengkuas;

Bahan lain:

  • Santan;
  • Jeruk nipis;
  • Garam;
  • Rajangan bawang merah, bawang putih, dan jahe;
  • Minyak untuk menumis.

Cara Memasak:

1. Potong-potong daging, cuci bersih, beri garam dan air jeruk nipis untuk menghilangkan amis. Diamkan sejenak. Kemudian lumuri dengan kelapa gongseng. Diamkan sembari menyiapkan bumbu halus.

2. Lumuri daging dengan bumbu halus. Diamkan sejenak sembari menyiapkan bahan tumisan.

3. Panaskan minyak dalam wajan, tumis rajangan bawang merah, bawang putih, dan jahe sampai harum. Lalu masukkan aneka rempah, aduk sampai aromanya menguar.

4. Masukkan daging, aduk rata, beri sedikit air. Masak hingga mendidih. Jangan lupa diaduk-aduk agar tidak gosong. Kalau airnya kurang tambah lagi.

5. Setelah daging hampir matang tambahkan santan. Aduk-aduk jangan sampai santannya menggumpal. Masak daging hingga empuk.

Catatan:

  1. Boleh ditambahkan kentang untuk menambah kesan semarak. Tapi kentangnya dimasukkan ketika daging hampir empuk supaya tidak kelewat matang.[]
KOMENTAR FACEBOOK