Akhiri Perang Tiga Hari Terakhir, Israel dan Palestina Genjatan Senjata

ACEHTREND.COM, Jalur Gaza- Pemerintah pendudukan Israel dan Pemerintah otoritas Palestina mencapai kesepakatan gencatan senjata di tengah ketegangan yang terjadi antar dua entitas itu di Gasa dan Israel Selatan. Para pejabat mengatakan gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 1:30 waktu setempat, setelah tiga hari serangan udara dan serangan roket.

Dilansir dari Al-Jazeera, Senin (6/5/2019) para pejabat Palestina mengatakan perjanjian gencatan senjata telah dicapai dengan Israel untuk mengakhiri gelombang kekerasan di Jalur Gaza dan Israel selatan yang telah menyebabkan kematian sedikitnya 25 warga Palestina dan empat warga Israel.

Pejabat Gaza mengkonfirmasi bahwa kesepakatan dicapai pada pukul 1:30 GMT. Usai kesepakatan itu, dan tidak ada lagi serangan udara Israel di wilayah Palestina.

Para pejabat mengatakan Mesir dan Qatar membantu menengahi penghentian serangan antara Gaza dan Israel selama berhari-hari.

Tidak ada konfirmasi dari pihak Israel. Namun, tentara Israel pada Senin pagi lalu mencabut semua pembatasan perlindungan yang diberlakukan di dekat wilayah Gaza selama perang berlangsung.

Kementerian Transportasi Israel mengumumkan bahwa semua rute bus umum di selatan akan kembali ke operasi penuh dan normal. Jalur kereta api antara kota-kota Ashkelon dan Bersyeba juga dijadwalkan untuk dilanjutkan kembali di pagi hari.

Seorang pejabat Jihad Islam, mengatakan perjanjian gencatan senjata dilakukan karena mudahnya Israel melakukan blokade terhadap Jalur Gaza.

Isi genjatan senjata itu katanya, adalah pelonggaran batas-batas di zona penangkapan ikan hingga 12 mil laut di lepas pantai Gaza dan perbaikan inatalasi listrik dan bahan bakar Gaza.

Perdana menteri pemerintah Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat Mohammed Shtayyeh mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah menyambut “segala upaya untuk gencatan senjata, terutama upaya Mesir.”

“Kami berharap ini akan mengakhiri tragedi terhadap rakyat kami dan melestarikan hidup mereka,” katanya, berbicara pada pertemuan pemerintah di kota Ramallah.

Shtayyeh meminta PBB untuk menghentikan agresi Israel terhadap Palestina dan untuk memberikan dukungan internasional bagi rakyatnya di Jalur Gaza.

Pertempuran itu merupakan bentrokan paling serius antara kedua pihak sejak serentetan pertempuran pada November.

Sirene roket di Israel selatan, yang terus menyala selama akhir pekan, membuat penduduk berlarian mencari perlindungan.

Pada hari Minggu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan “serangan besar-besaran” di Jalur Gaza setelah eskalasi dua hari di mana pesawat tempur dan kapal perang Israel menargetkan Gaza ketika para pejuang di daerah kantong yang terkepung itu menembakkan rentetan roket ke Israel selatan.

Seorang komandan Hamas berusia 34 tahun tewas pada hari Minggu dalam apa yang digambarkan militer Israel sebagai serangan yang ditargetkan.

Sebuah pernyataan militer menuduh Hamad al-Khodori “mentransfer sejumlah besar uang” dari Iran ke faksi-faksi bersenjata di Gaza.

Korban Palestina lainnya termasuk dua wanita hamil dan dua bayi. Di Beit Lahiya, sebuah kota di Jalur Gaza utara, serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan tempat tinggal, menewaskan seorang bayi berusia empat bulan dan ayahnya.

Seorang anak lelaki berusia 12 tahun, Abdelrahman Abu al-Jadyan, juga terbunuh dalam serangan yang sama. Mayat orang tuanya, Talal dan Raghda, ditemukan di bawah puing-puing pada hari Senin, sehingga jumlah korban tewas di Jalur Gaza menjadi 25 tewas.

Di kota Ashkelon, Israel, seorang pria Israel berusia 58 tahun tewas setelah terkena pecahan peluru akibat serangan roket. Dua warga Israel lainnya, terluka kritis dalam serangan roket terpisah di sebuah pabrik pada hari Minggu sore, kemudian meninggal.

Sekitar dua juta warga Palestina tinggal di Gaza, telah menderita bertahun-tahun setelah blokade Israel dan Mesir serta pemotongan bantuan asing baru-baru ini.

Israel mengatakan pemblokirannya diperlukan untuk menghentikan senjata mencapai Hamas, yang telah diperangi tiga perang sejak kelompok itu menguasai Gaza pada 2007, dua tahun setelah Israel menarik pemukim dan pasukannya dari daerah itu.

Berita disadur dari Al Jazeera. Foto: AFP.

KOMENTAR FACEBOOK