Belajar dari Runtuhnya Turki Utsmani, Orang Tua Diingatkan Tak Sepelekan Ilmu Agama

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Belajar dari keruntuhan kekhalifahan Turki Utsmani 95 tahun yang lalu, orang tua diingatkan agar jangan pernah lengah dalam mendidik anak agar selalu dekat dengan Islam. Orang tua diminta jangan menyepelekan pendidikan agama Islam untuk anak-anaknya karena agama dan imanlah yang akan menyelamatkan umat Islam dari musuh-musuhnya.

Hal itu disampaikan oleh Sri Dahlia saat mengisi ceramah subuh di Masjid At-Taqwa Air Sialang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (6/5/2019).

Sudah menjadi kebiasaan di masjid ini, setiap bulan Ramadan usai salat Subuh diisi dengan ceramah singkat yang disampaikan oleh masyarakat Gampong Air Sialang yang pernah mengenyam bangku pendidikan di perguruan tinggi.

Pada kesempatan pertama Ramadan tahun ini, ceramah tersebut disampaikan oleh seorang perempuan bernama Sri Dahlia. Dalam ceramahnya ia mengulas tentang sejarah keruntuhan Kesultanan Turki Utsmani (Ottoman) yang pernah berjaya di Eropa dan menguasai dua per tiga dunia. Namun, pada 3 Maret 1924, Ottoman tidak lagi dipimpin oleh khalifah sehingga tercerai-berai menjadi lebih dari 50 negara.

“Umat Islam tidak punya lagi tempat mengadu setelah terpecah belah. Bagaikan anak ayam kehilangan induknya, kocar-kacir tidak tahu arah dan tujuan sehingga kemunduran Islam pun terlihat jelas. Tempat-tempat pengajian ditutup, masjid dijadikan gereja, khamar dihalalkan, Masjid Aya Sofya dijadikan museum, dan dunia Islam berubah menjadi dunia sekuler di bawah rezim penguasa saat itu Mustafa Kemal Ataturk,” ujar Sri Dahlia kepada jamaah salat Subuh yang terdiri atas laki-laki dan perempuan yang membludak di masjid.

Perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mampu menghipnotis jamaah dan bertahan hingga ceramah usai sekitar sepuluh menit. Ia juga menyinggung tentang Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki saat ini yang telah mampu membawa Turki kembali ke dunia Islam. Sosok presiden yang diagung-agungkan rakyat Turki saat ini merupakan lulusan sekolah agama yang tersisa saat itu, yakni sekolah Imam Khatib.

“Dari sekolah inilah muncul sosok Erdogan karena masih mempertahankan prinsip-prinsip Islam yang pernah membawa Turki ke peradaban yang tinggi. Berkat pemerintahan Erdogan sekarang, di Turki banyak muncul sekolah berbasis agama yang bertujuan untuk melawan kerusakan moral di Turki. Jadi, pendidikan terbaik untuk menguatkan pondasi Islam adalah dengan memasukkan anak ke pesantren-pesantren, atau sekolah Islam terpadu agar anak-anak kita menjadi generasi yang islami,” kata Sri Dahlia yang pernah belajar di TBA UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Di akhir ceramahnya, Sri Dahlia juga mengajak para orang tua agar mengantarkan anak-anaknya ke Taman Ramadan yang merupakan tempat belajar agama bagi anak-anak selama bulan Ramadan. Kegiatan ini sudah berlangsung puluhan tahun di Gampong Air Sialang sebagai wadah untuk menanamkan nilai-nilai keislaman bagi anak-anak yang ada di kampung tersebut.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK