Distribusi Makanan dan Air Bersih Jadi Prioritas ACT di Palestina Saat Ini

Kepala ACT Aceh Husaini Ismail saat memaparkan kondisi di Palestina dalam konferensi pers sore tadi, Selasa, 7 Mei 2019. @aceHTrend/Ihan Nurdin

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Di tengah kegembiraan masyarakat muslim di seluruh dunia menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, umat Islam di Palestina justru mengalami kondisi sebaliknya. Dua hari menjelang Ramadan, Israel kembali melancarkan serangannya ke Gaza pada Sabtu malam (4/5/2019). 60 Wilayah setidaknya menjadi target sasaran dan menghancurkan 200 bangunan di sepanjang Jalur Gaza.

Atas kondisi tersebut, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah melakukan upaya darurat untuk membantu masyarakat Palestina. ACT sebagai salah satu lembaga yang selama ini fokus mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berkontribusi meringankan penderitaan rakyat Palestina, khususnya dalam bentuk donasi.

Kepala ACT Aceh, Husaini Ismail, dalam konferensi pers yang digelar di Banda Aceh sore tadi mengatakan, selaku saudara seiman, masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Aceh akan terus membantu rakyat Palestina hingga kita tidak sanggup membantu lagi.

“Atau kalau Palestina sudah merdeka nanti. Kita berkumpul di sini sebagai salah satu ikhtiar tersebut dan memberi spirit kepada saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri dua syekh dari Palestina, yaitu Syekh Yusuf Mahmud Taiem dan Syekh Ibrahim as-Sumairy.

Husaini mengatakan, dalam situasi darurat ini ada tiga hal yang menjadi prioritas ACT di Gaza, yaitu mendistribusikan makanan di Gaza.

“Kami sudah membangun gudang-gudang atau warehouse di Gaza. Kedua kami membuat dapur umum minimal memasak untuk 500 porsi setiap harinya. Terakhir, distribusi air bersih dengan mobil tangki ke seluruh wilayah di Gaza. Tiga hal ini dilakukan selama masa emergency di sana,” kata Husaini.

Melalui dapur dan paket pangan Ramadan ini ACT akan menyediakan makanan siap santap saat sahur dan berbuka puasa hingga akhir Ramadan. Makanan tersebut akan diberikan kepada para pengungsi, pasien, dan petugas medis, serta pejuang kemerdekaan Palestina.

Sementara itu, penyediaan tangki air bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Palestina. Selama penyerangan zionis Israel, warga Palestina kesulitan mengakses kebutuhan air layak konsumsi.

Syekh Yusuf Mahmud Taiem dan Syekh Ibrahim as-Sumairy merupakan dua dari 25 syekh yang didatangkan langsung oleh ACT ke Indonesia. Selama bulan Ramadan ini, bersama tim ACT mereka akan mendatangi masjid-masjid untuk menyampaikan langsung kondisi terkini di Palestina. Di Aceh mereka berada sejak 1-25 Ramadan dan akan mengunjungi masjid-masjid di 23 kabupaten/kota. Dengan menghadirkan syekh dari Palestina, masyarakat Aceh diharapkan mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kondisi di sana.

Konferensi pers tersebut juga dihadiri sejumlah perwakilan organisasi seperti HMI, Ikatan Santri Aceh, Ikatan Pemuda Aceh Utara, dll.[]

KOMENTAR FACEBOOK