Nelayan Aceh Singkil yang Hilang Ditemukan Meninggal

ACEHTREND.COM, SINGKIL–Zaimar (28 tahun), seorang nelayan asal Desa Kuala Baru Laut, Aceh Singkil yang hilang dua hari lalu setelah boat (jaring cincin) yang ditumpanginya kandas dan dihempas ombak di Muara Kuala Baru, Senin (6/4/2019) sekitar pukul 22.30 Wib, ditemukan dalam keadaan meninggal.

Korban ditemukan terdampar di pasir pantai sekitar arah timur muara atau tidak jauh dari tempat peristiwa hilang, setelah anggota keluarga menyisir wilayah tersebut sejak Senin pagi.

“Pihak keluarga, sehabis shalat tarawih, kembali menyisir pinggir pantai dan menemukan Saudara Zaimar dalam keadaan meninggal.”

Demikian laporan yang diterima AceHTrend dari Camat Kuala Baru, Syam’un, Selasa (7/5/2019).

Syam’un menambahkan, dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian dinyatakan selesai.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemkab Aceh Singkil bersama jajarannya, warga setempat, keluarga korban yang ikut membantu proses pencarian korban.

“Kepada warga dan siapa pun yang ikut membantu proses pencarian, kami mengucapkan terima kasih,” ujar Camat Syam’un.

Setelah ditemukan, jasad Zaimar langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan kemudian langsung malam itu dikebumikan di pemakaman umum setempat.

Sebelumnya, Zaimar bersama beberapa orang rekannya, pergi melaut dengan menggunakan boat di perairan Kuala Baru, Aceh Singkil, pada Ahad (5/4/2019) siang.

Namun, di tengah perjalanan mereka dihadang badai dan ombak besar, lalu mereka pulang, di tengah muara Kuala Baru, boat yang mereka tumpangi kandas, patah kemudi, dan diterpa ombak besar.

Sejumlah peralatan termasuk alat tangkap (jaring) jatuh berhamburan. Ketika hendaknya menyelamatkan perlengkapan itulah, Zaimar hilang, terbawa arus, lalu digulung ombak karena ketika itu cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Rekan-rekan yang lain dan boat selamat. Sedangkan Zaimar dinyatakan hilang. Korban akhirnya ditemukan setelah pihak keluarga menyisir sepanjang pantai, sekitar lokasi muara.

Dari keterangan seorang Warga Muswir, Zaimar termasuk laki-laki baik yang sangat patuh pada keluarganya.

Di kalangan masyarakat, Zaimar tergolong pekerja keras, suka bergaul, dan jiwa sosial sangat tinggi.

Tidak itu saja, lajang dari Pak Basan ini, sering pula menunaikan shalat berjamaah di masjid dan acap pula mengumandangkan azan. Ia muazin yang suaranya bagus.

“Masyarakat banyak yang suka pada Zaimar,” tutur Muswir.

Innalillahiwainnailahirajiun! Selamat jalan.[]

KOMENTAR FACEBOOK