Kasus Korupsi Rp6,1 M Pembangunan Jalan Dua Jalur di Kutacane Seret 4 Tersangka

para tersangka @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh pada Rabu sore menerima penyerahan empat tersangka dan barang bukti dari Polda Aceh atas perkara tindak pidana korupsi pada penggunaan dana pembangunan jalan dua jalur Kutacane sampai batas Sumut kabupaten Aceh Tenggara. Ini merupakan kasus sejak tahun 2011-2012 yang merugikan negara mencapai Rp6,1 miliar, Rabu (8/5/2019).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Aceh, Munawal Hadi, saat dikonfirmasi aceHTrend pada Rabu malam mengatakan, perkara tersebut merupakan korupsi terkait penggunaan anggara negara pada tahun 2011-2012 (lanjutan 1, lanjutan 2, dan lanjutan 3) yang bersumber dari dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID), dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (DPPID), dan APBA pada tahun anggaran 2011-2012.

Ia menjelaskan, biaya pembangunan dua jalur Kutacane-batas Sumut Kabupaten Aceh Tenggara, lanjutan pertama dengan nilai kontrak RP19.540.826.000, yang bersumber dari dana DPID dan dikerjakan oleh PT Gayotama Leopropita, dengan direktur atas nama IR CA. Hasil audit kerugian negara sebesar RP1.229.083.026.

Untuk lanjutan kedua, pembangunan jalan dua jalur Kutacane-batas Sumut Kabupaten Aceh tenggara, dengan nilai kontrak anggaran Rp25.846.960.000, yang bersumber dari APBA tahun 2011, dan dikerjakan oleh PT Multhi Bangun Cipta persada, dengan direktur atas nama M. Dan nilai kerugian negara sebesar Rp3.375.934.651

Selanjutnya, kata Munawal, penggunaan anggaran lanjutan tahap tiga, pembangunan jalan dua jalur Kutacane-batas Sumut Kabupaten Aceh Tenggara, yang bersumber dari dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID), dengan nilai kontrak sebesar Rp17.893.030.000 dan dikerjakan oleh PT Jiban Aman Sentosa, dengan direktur atas nama S. Kerugian negara sebesar Rp1.591.756.772,87.

“Pihak-pihak yang dipertanggungjawabkan, di antaranya, Direktur PT Gayotama Leopropita an (IR CA), kemudian Direktur PT Multi Bangun Cipta Persada an (M), Direktur PT Jiban Aman Sentosa an (ST), dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan an (SM). Keempat tersangka saat diserahkan oleh Penyidik Polda Aceh, juga didampingi oleh pengacaranya masing-masing. Saat ini jaksa telah menahan keempat tersangka tersebut di Lapas kelas II A Lambaro, Aceh Besar,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK