Menjaga Anak dari Pengaruh Buruk Gadget

Oleh Safira Rachmana*)

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi membuat masyarakat terbiasa menggunakan alat digital. Salah satunya gadget. Gadget adalah suatu perangkat yang memiliki fungsi khusus dan bersifat praktis. Beberapa perangkat yang termasuk kategori gadget di antaranya adalah laptop, tablet, smartphone dan masih banyak lagi.

Kecenderungan terhadap penggunaan gadget ini diamati telah terjadi pada setiap kelompok umur termasuk pada anak-anak. Teknologi informasi seperti gadget memang memberikan manfaat bagi pengguna, salah satunya yaitu anak-anak. Tetapi di sisi lain dapat memberikan pengaruh buruk bagi anak. Karena sebab itu, sudah seharusnya perkembangan teknologi informasi seperti gadget pada anak perlu disikapi dengan bijak oleh orang tua.

Perlu diketahui oleh orangtua bahwa anak-anak berada dalam tahap perkembangan. Masa kanak-kanak adalah periode dari aspek perkembangan yaitu perkembangan sosial dan emosional yang sangat dasar. Penting untuk disadari oleh orangtua ketika anak-anak terikat dengan gadget, mereka akan lupa dengan dunia sekitar karena mereka merasa nyaman berada sendiri dengan bermain gadget dan kemudian menarik diri dari lingkungannya. Hal ini juga dapat menyebabkan anak-anak sulit untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Selain itu dapat berdampak bagi kesehatan mereka di masa yang akan datang. Penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat menyebabkan mengurangi tingkat kreatifitas pada anak dan dapat mempengaruhi kesehatan fisiknya seperti, dapat menyebab obesitas, kurangnya konsentrasi, dan nyeri otot.

Orangtua perlu mendampingi dan membatasi waktu penggunaan internet pada anak dalam menggunakan gadget untuk menghindari atau mengurangi dampak buruk dari gadget tersebut. Beberapa pakar perkembangan anak menyarankan bahwa anak yang berusia 0-2 tahun seharusnya tidak terpapar dengan gadget. Anak yang berusia 3-5 tahun hanya diperbolehkan menggunakan gadget 1 jam perhari, dan 2 jam perhari untuk anak yang berusia 6-18. Tetapi fakta saat ini menunjukkan bahwa anak-anak menggunakan gadget menghabiskan waktu 4 sampai 5 kali lebih banyak dari jumlah waktu yang disarankan.

Keluarga adalah pengaturan perkembangan anak yang paling utama karena keluarga adalah tempat di mana individu melakukan interaksi dan tempat anak menghabiskan lebih banyak waktunya. Penggunaan gadget membutuhkan pantauan orangtua dan membutuhkan aturan penggunaannya. Orangtua menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dan sosialisasi anak, dan juga memiliki tanggung jawab utama untuk membimbing dalam penggunaan teknologi informasi pada anak. Oleh karena itu, beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh orangtua terhadap penggunaan gadget pada anak untuk mengurangi risiko dan dampak negatif meliputi memperlihatkan contoh yang baik untuk anak dalam pengggunaan gadget, menetapkan aturan yang membatasi penggunaan media, termasuk pembatasan waktu yang dihabiskan, lokasi penggunaan atau konten yang dapat diakses (misalnya, membatasi paparan konten dan orangtua tetap mendampingi untuk memberikan pemahaman terhadap anak saat anak menggunakan media teknologi sehingga anak memahami isi dari konten yang dilihat.

Teknologi informasi seperti gadget adalah suatu teknologi yang dengannya kita dapat mendapatkan informasi, dapat berinteraksi dengan individu lain dan setiap orang dapat dengan bebas dan mudah menggunakannya. Penggunaan teknologi informasi seperti gadget telah terjadi pada semua kelompok umur salah satunya yaitu pada anak-anak. Orangtua perlu menyikapi secara bijak dan harus lebih menyadari selain memberikan dampak positif, gadget juga memiliki dampak negatif bagi perkembangan dan kesehatan fisik anak.

*)Mahasiswa S1 Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

KOMENTAR FACEBOOK