Traveling ke Kashmir, Saya Jatuh Hati pada Doodhpathri

Penulis (tengah) bersama rekannya dan pemandu lokal di Doodthpatri.

Oleh Zatin Abdullah*
Melaporkan dari Kashmir, India

Doodhpatri atau disebut juga dengan nama “Valley of Milk” adalah destinasi baru di Kashmir yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan. Berjarak sekitar 42 km dari Kota Srinagar yang berlokasi di Budgam District Jammu & Kashmir yang berada pada ketinggian 8.957 di atas permukaan laut. Untuk menuju ke sana wisatawan bisa menyewa mobil atau bis dari Nehru Park, perjalanan yang ditempuh sekitar dua jam.

Ini kali keduanya saya mengunjungi Kashmir, sebuah negara bagian di India bagian utara yang terkenal dengan keindahan panorama alamnya. Sekitar 67% penduduk Kashmir beragama Islam, sisanya seperti Buddha, Hindu, dan Sikh. Pada kunjungan pertama tahun 2017, saya tidak sempat ke Doodhpatri dan kawasan ini belum populer seperti saat ini. Dua tahun berselang, saya bisa kembali ke daerah berhawa dingin ini bersama seorang teman dan tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunjungi Valley of Milk.

Kedatangan kita ke daerah ini akan disambut oleh pohon pinus yang berada di sepanjang jalan dan kabut yang semakin menebal di puncak. Doodhpathri belum banyak dikunjungi oleh turis luar hanya oleh turis lokal dan anak sekolah karena tempat ini baru terkenal beberapa tahun lalu, tapi bisa dipastikan ke depannya akan banyak turis yang datang karena pemandangan sangat menakjubkan.

Sampai di sana, ketika mobil kita berhenti, banyak guide lokal yang mendatangi kita menawarkan jasa berkuda dengan harga Rs 1300, tapi kami menawarkan untuk tracking saja dengan harga Rs 500. Dibantu dengan guide lokal kami menyusuri Doothpathri. Hamparan rumput hijau ditutupi kabut tebal dengan latar pohon pinus dan gunung salju menjadi pemandangan pertama yang disajikan, rasa-rasanya ingin berlarian seperti layaknya dalam film-filim India yang saya tonton. Kenapa kami memilih tracking, karena akan memudahkan untuk mengambil gambar dibandingkan dengan naik kuda. Karena juga saya sudah naik kuda di Pahalgam. Hawa dingin sangat terasa di awal tapi itu tidak mengurangi keindahan di tempat tersebut.

Kawanan domba di lembah.

Kami berjalan melewati padang rumput yang luas kemudian memasuki hutan pinus. Di sini pun pemandangan tidak kalah indahnya, sampai di penghujung jalan di lembah terdengar suara air yang mengalir dari sungai Shali Gangga. Kami berhenti sejenak menikmati keindahan alam tersebut sambil mengambil beberapa foto. Setelah itu kami melanjutkan lagi perjalanan dan melihat rumah-rumah yang digunakan oleh penggembala yang datang pada musim panas, menuruni lembah dan menemukan sekawanan domba sedang merumput di sekitar sungai. Kabarnya di tempat itu pernah menjadi lokasi syuting film. Tanah di sini sedikit lembab dan licin sehingga membuat saya sempat terjatuh dua kali. Namun itu tidak mengurangi rasa senang saya berada di Doodhpathri.

Di penghujung perjalanan kami menuju ke sebuah sungai yang ternyata itu adalah sungai Shali Gangga yang terdengar gemuruhnya hingga ke atas lembah. Di sini saya membersihkan diri karena sempat terjatuh dan mengambil beberapa foto, setelah beberapa saat kami kembali menuju mobil. Sebelum sampai di mobil, beberapa pemilik kuda menawarkan untuk berkuda tapi saya memilih untuk berjalan saja karena cuaca yang dingin dan tidak panas sehingga memilih berjalan itu lebih tepat, di samping bagus untuk kesehatan juga bagus untuk kantong.

Perjalanan ke Doodhpathri sudah selesai tapi kenangan masih tersimpan sehingga keinginan untuk kembali ke sana masih sangat besar.[]

*Zatin Abdullah, penyuka traveling, tinggal di Nisam, Aceh Utara.

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK