Subulussalam Punya Prospek Dagang yang Kuat, Erika: Kadin Perlu Promosikan Lele Asap

ACEHTREND.COM, Subulussalam – Kota Subulussalam memiliki prospek yang bagus untuk memajukan sektor dagang berbasis perkebunan dan perikanan air tawar. Salah satu yang dilihat sangat memiliki prospek bagus yakni ikan lele asap.

Hal itu disampaikan Erika Mulyani, SE, Ak saat melakukan kunjungan ke Pasar Tradisional Kota Subulussalam sebelum menghadiri acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam, Selasa (14/5).

“Ikan lele asap tidak hanya diminati warga setempat, pendatang juga berburu berbelanja lele asap,” kata Erika, yang mengaku kembali lagi mengunjungi pasar usai acara pelantikan guna membeli hasil kebun dan ikan lele asap untuk dibawa pulang ke Banda Aceh sebagai oleh-oleh.

Di pasar, Erika juga menyaksikan banyaknya hasil kebun, baik berupa rempah-rempah, sayuran, dan beragam macam kebutuhan rumah tangga.

“Ini bagus sekali, prospek sekali dan Ika berharap wali kota baru menaruh perhatian bagi memajukan sektor perkebunan, perikanan air tawar, dan perdagangan, Ika harap pihak kadin dapat ikut serta mempromosikan ikan lele asap Subulussalam,” kata politisi Hanura Aceh ini.

Pedagang Lele Asap di Pasar Tradisional Subulussalam

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam sambutannya juga mengajak Pemko Subulussalam untuk menggagas berdirinya industri hilir guna menampung hasil perkebunan rakyat untuk diolah menjadi bahan jadi. Hal tersebut didasari atas kekayaan alam khususnya perkebunan di daerah otonom yang mekar 12 tahun lalu itu.

“Jika langkah itu dapat dikembangkan, saya yakin Subulussalam bisa menjadi kawasan agroindustri yang maju,” kata Nova Iriansyah saat melantik Affan Alfian Bintang dan Salmaza sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam masa jabatan 2019-2024 di Gedung DPR Kota setempat, Selasa (14/5).

Nova menyebutkan selain sektor perkebunan, perdagangan dan jasa juga menjadi pilar pembangunan ekonomi Subulussalam. Karenanya sektor perdagangan dan jasa juga sangat potensial dikembangkan, mengingat Subulussalam terletak di perbatasan (Sumatera Utara) dan menjadi jalur lintas menuju wilayah pesisir Barat Aceh.

Sebagai wilayah lintasan dan kawasan bisnis, kata Nova, wali kota yang baru perlu memperhatikan pengembangan investasi. Salah satu acuan pembangunan investasi adalah menyederhanakan sistem pelayanan terpadu satu pintu sehingga memudahkan investor untuk mengembangkan usahanya.

Nova yakin, mereka yang dilantik bisa menjawab tantangan memajukan Kota Subulussalam. Keduanya dianggap sudah berpengalaman dikarenakan sudah pernah duduk sebagai wakil wali kota di daerah yang mekar dari Aceh Singkil itu. Affan Alfian pernah menjabat sebagai wakil wali kota pada masa jabatan 2009-2014. Sementara Salmaza adalah wakil Wali kota masa jabatan 2014-2019.

Nova Iriansyah meminta agar keduanya terus kompak selama memimpin Kota Subulussalam hingga 5 tahun mendatang. “Kekompakan sangat penting karena sangat berpengaruh dalam mencapai target-target pembangunan yang dicanangkan,” kata dia.[]

KOMENTAR FACEBOOK