Boleh Poligami Asal Istri Kedua Harus Lebih Tua

Teungku Umar Ismail. (Taufik Ar Rifai/aceHtrend)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Penceramah kondang asal Pidie Jaya, Teungku Umar Ismail, yang tampil sebagai penceramah menjelang berbuka pada buka puasa bersama yang digelar oleh Dinas Pendidikan Dayah Propinsi Aceh, Rabu (15/5/2019) menyinggung soal poligami yang selalu menjadi topik perbincangan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan itu, ustad yang selalu tampil berceramah dengan kondisi santai dan sejuk, mengatakan bahwa hukum poligami dibolehkan di dalam Islam. Akan tetapi memiliki syarat-syarat yang tidak mudah.

Ia menjelaskan tujuan poligami bukan semata untuk memenuhi kebutuhan biologis semata, tapi juga mengandung konteks sosial berupa menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan.

Dalam sebuah kitab –penceramah menyebutkan judul kitab dan nama pengarangnya– bahwa salah satu syarat yang dituliskan oleh para ulama, untuk melakukan poligami adalah usia istri kedua harus dua kali lebih tua dari istri pertama.

“Bila istri pertama usianya 50 tahun, maka usia istri kedua dua kali dari itu. Ada yang mau? Kalau saya ogah,” ujarnya sembari tersenyum, disambut gelak tawa hadirin.

“Nah, jikalau tidak mampu demikian, sebaiknya cintailah istrimu satu-satunya itu,” katanya memberikan clue agar rumah tangga langgeng.

Pada kesempatan itu, Teungku Umar Ismail juga mengajak hadirin untuk menyayangi anak yatim. Mencintai anak yatim memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam, salah satunya mempermudah rezeki. “Maka sering-seringlah usap kepala anak yatim. Tapi mengusap kepala anak yatim jangan pilih-pilih. Jangan hanya karena faktor ibunya yang cantik. Selain itu, jangan hanya mengusap saja, tapi didahului oleh pemberian santunan,” katanya, lagi-lagi diselingi tawa hadirin.

Dalam salah satu sesi ceramah singkatnya, ustad tersebut juga mengingatkan agar siapapun untuk menjaga lisan. Salah satunya dengan berbicara secara teratur, menjaga intonasi dan senantiasa memohon kepada Allah agar selalu diberikan perlindungan dari lisan yang buruk.

“Berdoalah agar apa yang kita ucapkan bisa dipahami dengan baik oleh orang yang kita tuju. Untuk itu jangan berbicara terlalu cepat. Aturlah bahasa sebaik mungkin, sembari berdoa kepada Allah agar apa yang kita sampaikan dapat dipahami oleh orang yang kita tuju,” ujarnya. []

KOMENTAR FACEBOOK