Antropolog Ungkap Rahasia Kemenangan Prabowo di Aceh

Reza Idria (dok. pribadi)

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Antropolog Aceh Reza Idria, M.A., mengatakan kemenangan mutlak paslon nomor urut 02 di Aceh disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya imej pemimpin yang menurut orang Aceh haruslah tampil gagah dan berwibawa.

Hal ini disampaikan oleh alumnus Harvard University itu, Jumat (17/5/2019) kepada aceHTrend. Menurut Reza Idria, masyarakat Aceh memahami konsep kekuasaan berbanding lurus dengan kepemimpinan yang kuat. Sosok Jokowi, latar belakang, fisik dan kemampuan komunikasi verbalnya tidak memenuhi imajinasi tentang pemimpin yang kuat.

Prabowo sebaliknya menjadi antitesa dari sosok Jokowi. Sebagai purnawirawan tentara dia menawarkan imej pemimpin yang kuat dan punya sikap. Tentu orang akan bertanya soal sejarah hubungan Aceh dengan TNI, mengingat masyarakat Aceh pernah hidup lama dalam ketidakstabilan politik dan keamanan.

Di sinilah ironinya, secara psikologis masyarakat yang belum lama keluar dari zaman konflik punya ketergantungan yang lebih besar pada pihak manapun yang punya otoritas mutlak dalam kehidupan mereka. Jadi yang bergantung pada perwakilan tentara sebagai sosok/instansi yang kuat akan lebih dominan daripada yang melihatnya sebagai ancaman.

“Jokowi sendiri tidak menunaikan janji mengadili para pelaku pelanggaran HAM masalalu sehingga tuduhan Probowo sebagai penjahat perang tidaklah terbukti,” kata Reza.

Faktor kedua tentu soal black campaign yang masif dan sudah lama dilekatkan pada sosok Jokowi dan pendukungnya sebagai agen yang menghidupkan kembali ideologi komunis, anti Islam dan juga membuka pintu bagi tenaga kerja asing masuk. Kondisi ini menjadi mudah dipercaya oleh masyarakat karena didukung oleh kondisi konsep pembangunan pemerintahan Jokowi adalah pengembangan infrastruktur sementara ekonomi produksi jalan di tempat.

Faktor ketiga adalah lemahnya counter-issue oleh tim pemenangan Jokowi di Aceh. Nyaris tidak ada upaya yang sungguh-sungguh oleh partai-partai pendukung Jokowi memberi pembanding atau verifikasi informasi melawan masifnya kampanye hitam yang dialamatkan ke sosok Jokowi.

“Tanpa kerja keras partai-partai pendukung di basis pemilih Aceh, maka akan sulit bagi Jokowi mematahkan imej negatif tentang dirinya yang sudah dikreasi oleh tim pendukung Probowo, yang sudah mencuri start bermain politik identitas sejak awal,” imbuh antropolog muda yang aktif di kajian-kajian kebudayaan sejak masih lajang.

KOMENTAR FACEBOOK