Masjid Qul Sharif, yang Anggun dan Eksotis di Tepi Sungai Volga Rusia

Sebelum menjadi bagian dari Federasi Rusia seperti saat ini, Tatarstan merupakan negara yang berdiri sendiri di bawah bendera Kekhanan Kazan (Khanate of Kazan). Pada tahun 1522, Tsar Ivan IV dari Rusia berhasil menaklukkan dan menganeksasi (merampas) Tatarstan. Negara ini terletak sekitar 500 kilometer dari Moskow dan menjadi tuan rumah untuk sejumlah pertandingan pada Piala Dunia 2018 lalu.

Mayoritas warga negara Tatarstan merupakan pemeluk Islam, sisanya pemeluk Kristen Ortodok dari etnis Rusia dan kelompok-kelompok kecil etnis lainnya. Dengan usia peradabannya yang lebih dari seribu tahun, menjadikan Tatarstan sebagai salah satu destinasi wisata paling menarik di Rusia. Lebih dari seribu masjid terdapat di Tatarstan, beberapa di antaranya menjadi masjid ikonik yang menjadi simbol religi di negara tersebut seperti Masjid Batu Putih di Bolghar dan Masjid Qul Sharif di Kazan.

Masjid Qul Sharif termasuk salah satu masjid terindah di dunia yang mencolok, baik dari segi arsitekturnya dan warnanya yang didominasi warna putih dan biru. Nama masjid ini diadopsi dari nama pemimpin dan ulama terkemuka Kazan Khanate, Seid Kul Sharif, imam terakhir masjid tersebut yang sebelumnya sudah berdiri hingga dihancurkan oleh pasukan Rusia di bawah kekuasaan Tsar Ivan The Terrible pada tahun 1522. Kul Sharif sendiri gugur saat mempertahankan Tatarstan dari serbuan Rusia.

Ratusan tahun setelah itu, barulah pada tahun 1995 presiden Tatarstan saat itu, Mintimer Shaymiev, memerintahkan kembali pembangunan masjid tersebut untuk mengenang pemimpin dan ulama mereka. Masjid ini dibuka kembali pada 24 Juli 2005 untuk menandai perayaan 1.000 tahun Kazan yang diwarnai dengan ribuan jamaah untuk salat Jumat. Pembangunan masjid juga banyak mendapatkan donasi dari donatur dari lembaga dan negara lain.

Di dalam masjid mampu menampung hingga 1.500 jamaah dan di halaman bisa menampung sampai 10 ribu jamaah. Masjid Qul Sharif dibangun dengan penggabungan dua corak sekaligus, yakni bergaya Renaisans lama dan Ottoman. Pengaruh Ottoman bisa dilihat dari arsitektur delapan menara masjid setinggi 57 meter. Material lain seperti granit dan marmer yang melapisi masjid berasal dari Ural, karpet dari Iran, kristal chandelier dari Ceko dan plesteran serta mosaik dari Arab Saudi. Bagian paling mencolok dari masjid ini tentu saja kubah tunggalnya yang berdiameter 39 meter.

Secara keseluruhan masjid ini terdiri atas dua tingkat, dimana lantas atasnya digunakan untuk ruang salat. Sedangkan di lantai bawah berfungsi sebagai sarana pendidikan, museum, dan pusat administrasi. Selain itu juga dilengkapi dengan paviliun dan kolam dengan ‘cita rasa’ khas Timur Tengah. Berikut foto-fotonya yang diambil dari situs airpano.com:

Masjid ini menyandang predikat sebagai masjid terbesar di Rusia dan Eropa Timur dan menjadi salah satu pusat keagamaan di Tatarstan. Masjid-masjid di Kazan letaknya berdekatan dan cocok dijadikan destinasi wisata religi. Selain itu juga banyak terdapat toko makanan halal.
Di Kazan terdapat banyak madrasah atau lembaga pendidikan Islam. Salah satunya, Rossiski Islamski Universitet (RIU) atau Universitas Islam Rusia. Universitas itu memiliki asrama. Mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi itu mayoritas berasal dari berbagai penjuru negara federasi. Selain itu, ada pula yang berasal dari Turki, Uzbekistan, Tajikistan, dan negara-negara sekitarnya.
Selain Chechnya dan Dagestan, Tatarstan merupakan satu dari tiga negara republik dalam lingkup Federasi Rusia yang mayoritas beragama Islam. Republik Tatarstan terletak di jantung Federasi Rusia dan diapit oleh dua sungai besar, Volga dan Kama. Dibandingkan dua negara tersebut, Tatarstan lebih ‘harmonis’ dengan induknya Rusia.
Panorama eksotis saat senja
KOMENTAR FACEBOOK