Luas Lahan Dikurangi, PT Cemerlang Abadi Akan Gugat Pemerintah

Koordinator PT. Cemerlang Abadi, Agus Marhelis.

ACEHTREND.COM, Blangpidie-PT Cemerlang Abadi, salah satu perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Abdya, menolak surat keputusan Hak Guna Usaha (HGU) yang diterbitkan oleh Kementerian Agraria Republik Indonesia.

Penolakan ini, menurut Koordinator PT Cemerlang Abadi, Agus Marhelis, Sabtu (18/5/2019) karena luas lahan yang diberikan oleh Pemerintah tidak sesuai dengan permintaan yang diajukan.

“SK HGU sudah kami terima sekitar dua minggu lalu. Berhubung luas lahan di SK tidak sesuai dengan yang kita usulkan, maka perusahaan mengajukan keberatan,” terang Agus Marhelis.

Dalam wawancaranya dengan awak media, Marhelis tidak menyebutkan luas lahan HGU yang diusulkan, serta tidak pula menyebut jumlah lahan yang dikabulkan dalam SK Kementerian Agraria untuk perpanjangan izin perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Kami tidak menerima, maka kami mengajukan keberatan sesuai Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 7 tahun 2017 tentang pengaturan dan tata cara penetapan HGU,” katanya.

Atas persoalan itu, Marhelis mengaku surat keberatan tersebut sudah disampaikan dua pekan lalu untuk dimusyawarahkan kembali. Apalagi, katanya, aturan memberikan waktu selambat-lambatnya 60 hari untuk mengajukan keberatan jika HGU tidak sesuai diberikan.

Dari data yang tersedia, Menteri ATR/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI mencabut atau menarik kembali sebagian tanah HGU PT CA di Gampong Cot Semantok, Babahrot, Abdya pada tahun 2019 ini.

Sebelumnya, pihak perusahaan mengajukan luas lahan 4.864,88 hektare untuk memperpanjang izin HGU. Namun hanya 2.050 hektare yang dikabulkan serta ditambah 900 hektare untuk areal plasma yang disetujui Menteri Agraria. Sehingga timbul keberatan dari pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

KOMENTAR FACEBOOK