Abusyik Roni dan Bahasa Iceh

Screen shoot video Bupati Pidie Roni Ahmad saat menyerukan warga Pidie tidak menghadiri kegiatan People Power di Jakarta yang digelar oleh pendukung paslon 02.

Oleh MUhajir Juli*)

Bupati Pidie Roni Ahmad atau juga dikenal dengan nama sandi Abusyik, Minggu (19/5/2019) merilis video singkat yang menyerukan kepada masyarakat Pidie untuk tidak ikut-ikutan berangkat ke Jakarta mengikuti gerakan “pengepungan” Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019. Gerakan itu oleh pendukung Prabowo-Sandi dinamai People Power.

Namun, saat menyampaikan maklumat tersebut, Bupati Pidie tersebut seperti tidak mampu mengucapkan kata tersebut dengan baik. Lidahnya malah menyebut “peopress power”. Di ujung video ia juga kelihatan kesulitan mengucapkan kata-kata tersebut.

Mayoritas netizen Aceh pun menertawakan ketidakmpapuan Abusyik mengucapkan kata dalam bahasa Inggris yang sangat sederhana itu. Abusyik membaca seperti yang ditulis, bahkan bergeser juga sedikit dari tulisannya. Lalu, benarkah Abusyik Roni tak memiliki kecakapan dasar berbahasa asing, khususnya Inggris? Hanya dia dan tetangganya yang tahu.

Fenomena membunyikan kata-kata dalam bahasa Igggris, nyaris seperti tulisannya, bukanlah fenomena baru. Di Papua Nugini, bahasa yang demikian disebut Tok Pisin. Kata Tok Pisin sendiri berasal dari talk (Inggris ) dan pidjin (bahasa Pijin). 5/6 kosakata Tok Pisin berasal dari bahasa Eropa.

Di Papua Nugini, bahasa Tok Pisin adalah bahasa resmi, yang sering dipergunakan oleh warga perkotaan yang sudah tersentuh dengan peradaban asing sejak dari masa penjajahan.

Taufik Uieks, di Kompasiana dengan judul artikel: Tok Pisin: Bahasa Gado-gado dari Papua New Guinea, menuliskan beberapa contoh: “Wanem nem bilong yu” Yang artinya what is your name?Wanem artinya “what”, nem, “name”, bilong berasal dari kata “belong” dan yu yang berasal dari kata “you”.

Tentunya kalau kita mau sekedar berbasa-basi harus bisa juga mengucapkan “Yu Orait?” yang artinya How are you? Dan kemudian jawabannya adalah “Mi orait tasol” alias I am fine.Kalau mau berbelanja, cukup hafalkan kata “Em hamas?” yang artinya How much is that? Dan “Dispela em hamas?“yang artinya How much is this?.

Selain itu ada juga kata laik yang memang artinya like sehingga kata “Mi laik go long Parliament Haus” artinya I would like to go to Parliament House”serta untuk bertanya dari mana asal kita atau where are you from adalah “you bilong wanem hap?” yang cukup dijawab dengan “Mi mangi Indonesia”.

Nah, apakah Abusyik sudah belajar bahasa Tok Pisin? Atau sang bupati sedang mengembangakan bahasa Inggris ala Aceh? Kalau ini sedang dilakukan, basa Inggreh tabaca lage tatuleh, saya mendukung. Nantinya kita berinama basa Iceh: Inggreh Aceh.

*)Penulis adalah Pemred aceHTrend, pengasuh rubrik Jambo Muhajir.

KOMENTAR FACEBOOK