Mengenal AKP Vifa Fibriana, Kasat Lantas Aceh Besar Penerima Penghargaan MURI

AKP Vifa Fibriana Sari, SIK. @aceHTrend/Ihan Nurdin

SUDAH setahun ini, tepatnya sejak April 2018 AKP Vifa Fibriana Sari, SH, SIK menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Aceh Besar. Selama itu pula ia melewati hari-harinya untuk bertugas di Kantor Satlantas Polres Aceh Besar yang ada di Jalan Medan-Banda Aceh, Kecamatan Suka Makmur. Pada 15 Mei 2019 lalu, AKP Vifa baru saja menerima penghargaan dari Kantor Museum Rekor Indonesia (MURI), yakni “Penghargaan Prestasi Nusantara” dengan nomor Presnus 0020.

Penghargaan itu diterima atas ide kreatifnya yang telah membagikan 2.019 buku di pulau terluar Indonesia, yakni di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Dalam rangka Operasi Keselamatan Rencong 2019 yang digelar selama 14 hari secara serentak di seluruh Indonesia pada April lalu.

“Nah, dalam Operasi Keselamatan ini kita lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya preventif, jadi lebih mengedukasi masyarakat terkait dengan kesadaran tertib berlalu-lintas. Jadi ini memang berbeda dengan operasi yang biasanya lebih ke penindakan, kalau operasi ini kita fokusnya 70 persen lebih ke edukasi, dan 30 persennya ke penindakan atau represif dengan selektif prioritas,” ujar AKP Vifa kepada aceHTrend di kantornya, Senin (20/5/2019).

Selama dua minggu itu pihaknya turun ke lapangan, termasuk ke sekolah-sekolah di Aceh Besar mulai dari SD hingga SMA untuk menyuluh masyarakat tentang pentingnya tertib lalu lintas. Dalam operasi ini pula, pihaknya sengaja menyasar pulau terluar seperti Pulo Aceh karena keterbatasan dan kendala di wilayah tersebut yang sudah menjadi rahasia umum khususnya di bidang pendidikan.

AKP Vifa bersama anak-anak sekolah di Pulo Aceh. @ist

Selaku pihak yang mengayomi masyarakat, mereka ingin informasi yang didapatkan masyarakat terkait keselamatan berlalu lintas bisa tersebar secara merata. Namun, tak hanya memberi edukasi melalui alat-alat peraga dipraktikkan saat acara berlangsung, mereka juga membawa buku-buku supaya proses edukasi melalui aktivitas literasi itu bisa terus berlangsung.

Selain buku cerita dengan tema-tema khusus seperti tertib lalu lintas, juga dibagikan buku tulis, Alquran, dan Iqra. Untuk buku cerita disumbangkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, sedangkan buku tulis, Alquran, dan Iqra merupakan donasi dari seluruh personel di Satlantas Aceh Besar. Dibagikan di dua sekolah di Pulo Breuh, yaitu SDN Ulee Paya dan SDN Lampuyang, serta untuk Meunasah Serapung.

“Dalam bakti sosial ini kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar sehingga kami bisa mengumpulkan 2.019 buku. Selain itu kami juga membawa alat peraga berupa rambu-rambu lalu lintas dan badut untuk menghibur anak-anak di sana. Alhamdulillah sambutan masyarakat di sana sangat baik sekali. Malah gurunya bilang sering-sering ke sini. Mudah-mudahan kita bisa balik lagi ke sana.”

AKP Vifa Fibriana Sari mengaku bila sejak kecil ia sudah terbiasa dengan buku. Bahkan sampai sekarang pun ia kerap meluangkan waktu untuk membaca buku, khususnya buku-buku biografi yang menjadi favoritnya. Ia percaya buku sebagai jendela dunia tidak hanya memperkaya pengetahuan seseorang, tetapi juga mampu menambah kosakata yang dinilai sangat penting bagi kecakapan seseorang. Inilah yang membuatnya terinspirasi memberikan buku kepada masyarakat Pulo Aceh dalam Operasi Keselamatan Rencong bulan 2019.

AKP Vifa bersama personelnya saat di Pulo Aceh @ist

“Membaca itu sangat besar manfaatnya dan kita bisa bebas membaca buku apa saja. Saya sendiri ketika kecil dulu juga suka baca komik, bahkan pernah punya cita-cita kalau sudah besar nanti ingin jadi penulis komik,” ujar lulusan Akpol Semarang angkatan 2009 itu.

Ibu satu anak kelahiran Mojokerto, 16 Februari 1988 itu juga mengisahkan bila menjadi polisi bukanlah cita-cita masa kecilnya. Namun, pengalaman masa SD-nya yang selalu dibantu menyeberang oleh seorang polisi lalu lintas begitu membekas di hati.

“Waktu saya SD sampai tamat itu polisi yang sama itu selalu membantu menyeberangkan saya, saya perhatikan, kok sepertinya beliau ini sangat baik, setia gitu…” ujar polwan yang sebelumnya pernah bertugas di Polres Bojonegoro dan Poltabes Surabaya itu.

Bersama masyarakat di Pulo Aceh @ist

Namun setelah satu dekade melakoni profesi tersebut, ia makin tertantang menjalaninya. Diakuinya, menjadi seorang polisi wanita memang memiliki tantangan yang berat, apalagi setelah berkeluarga dan punya anak. Namun dengan dukungan penuh dari atasan, suami, keluarga, dan rekan kerja, semua yang dilaluinya bisa lebih mudah. Apalagi selama di Aceh, suasana yang kondusif membuatnya terasa sangat nyaman dalam bekerja. Khususnya di bulan Ramadan ini, ia juga merasana suasana religius yang sangat kental dan itu memberikan pengalaman spiritual tersendiri baginya.

Sebelum menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Aceh Besar, ia pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Kota Langsa. Setelah sebelumnya bertugas di Mapolda Aceh. Tahun 2015 ia pindah tugas ke Aceh mengikuti suaminya AKP Muhammad Taufiq, SIK yang kini bertugas di Polresta Banda Aceh. Kini, dengan penghargaan yang telah didapatnya dari MURI tersebut, AKP Vifa semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini.[]

KOMENTAR FACEBOOK