Teuku Riefky Harsya Ucapkan Terima Kasih pada Masyarakat Aceh

Teuku Riefki Harysa @aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Partai Demokrat tampil cemerlang pada Pemilu 2019. Partai besutan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (periode 2004-2014) itu berhasil meraih suara tertinggi dari seluruh partai politik yang bertarung di kancah pesta demokrasi 2019.

“Atas nama keluarga besar Partai Demokrat mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh. Ini berkat doa para ulama dan dukungan masyarakat Aceh pada pemilu legislatif 2019 ini,” ujar anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya kepada aceHTrend pada acara buka puasa bersama kader dan simpatisan Partai Demokrat di Pendopo Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya, perolehan suara tertinggi dan dukungan luar biasa masyarakat Aceh tidak lepas dari peran dan kerja nyata tim relawan dan simpatisan dalam meraih kemenangan pada Pileg 2019.

Untuk DPR RI, Partai Demokrat berhasil memperoleh 2 kursi dengan suara tertinggi dari seluruh parpol. Kemudian untuk DPR Aceh, partai tersebut berhasil mendapat 10 kursi, lebih banyak dibanding Pileg 2014 lalu yaitu 8 kursi. Selanjutnya untuk tingkat DPR kabupaten/kota, Partai Demokrat berhasil memperoleh 73 kursi dari periode sebelumnya hanya memperoleh 58 kursi.

“Artinya kami ada peningkatan sebesar 25 persen. Ini tentunya berkat doa ulama dan dukungan masyarakat Aceh, baik dari simpatisan maupun relawan Partai Demokrat se-Aceh. Tentu perkembangan terkini sudah kami sampaikan kepada Bapak SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat. Beliau tentu saja sangat bersyukur atas kemenangan yang diraih Partai Demokrat di Aceh dengan suara yang signifikan,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Meski kemenangan besar telah diraih di bumi Serambi Mekkah, tambah Teuku Riefky lagi, SBY selaku petinggi Partai Demokrat meminta agar kader-kadernya tidak euforia berlebihan dan teruslah berjuang menuju lebih baik lagi. Pasalnya, perjuangan Partai Demokrat belumlah selesai dalam menyikapi berbagai problematika dalam membangun Aceh. Menurutnya, amanah yang diembannya kini harus disikapi dan diemban dengan baik dan bijak, sehingga dapat membangun Aceh dan menjadikan masyarakatnya makmur, adil, dan sejahtera.

“Pak SBY menitip pesan, menang jangan terbang kalah jangan patah. Kader Partai Demokrat teruslah berjuang untuk Aceh jauh lebih baik lagi ke depan. Beliau katakan bahwa perjuangan Partai Demokrat di Aceh belumlah selesai. Jadi hal-hal ini yang Bapak SBY sampaikan dan intinya merasa syukur dan berharap kita tidak bereuforia berlebihan,” ujar Teuku Riefky Harsya lagi.

Jebolan Pendidikan Militer Amerika Serikat

Teuku Riefky Harsya adalah anggota DPR RI asal Aceh dari Partai Demokrat. Pada Pileg 2019, putra pasangan almarhum T. Syahrul Mudadalam dan Pocut Haslinda Azwar yang maju lewat Dapil Aceh I ini berhasil mengantongi suara terbanyak, yakni 128.906 suara. Ia menamatkan pendidikan di Akademi Militer di Millitary Collage of Vermont, Amerika Serikat, serta pascasarjana di Universitas Indonesia.

“Saya selalu berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik bagi publik dalam memperjuangkan berbagai program yang berdampak positif untuk Aceh,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Presiden ke-6 RI (2004-2014), SBY selaku pimpinan tertinggi Partai Demokrat, yang telah memberikan berbagai penugasan kepadanya sehingga keterwakilannnya di DPR-RI memberikan manfaat tidak hanya untuk kepentingan nasional tetapi juga bagi Aceh. Seperti di periode pertama 2004-2009, ia diperintahkan oleh SBY untuk turut serta dalam menjaga stabilitas politik, keamanan dan sosial, serta fokus pada pengawalan perdamaian dan rehab rekon pascatsunami Aceh.

Dalam periode pertamanya ini, ia tercatat sebagai Anggota Pansus RUU Pemerintahan Aceh, Anggota Tim Pengawas BRR Aceh-Nias. Dan hasilnya, RUU yang merupakan turunan dari MoU Helsinki tersebut berhasil disahkan menjadi undang-undang. Begitu pun, BRR Aceh-Nias berhasil mengkoordinir berbagai program untuk membangun kembali infrastruktur, lembaga pemerintahan, dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Di periode keduanya (2009-2014), Teuku Riefky Harsya kembali diarahkan SBY untuk mengambil peran dalam pembangunan infrastruktur energi Aceh. Penugasan sebagai Ketua Komisi VII (Energi), program listrik masuk desa berhasil menjangkau 93% rakyat Aceh (dari sebelumnya hanya 80%), serta mendatangkan puluhan Genset PLTD sebagai solusi sementara ketika Aceh mengalami krisis listrik 2009-2010.

Pada periode ketiga (2014-2019), kali ini ia diamanahkan SBY untuk fokus mengawal bidang pendidikan, kebudayaan, dan pertanian. Lagi-lagi, tanggung jawab besar diembannya. Mulai ditunjuk sebagai Ketua Komisi X (Dikbud, Pora & Pariwisata), Pimpinan Banggar, hingga anggota Komisi I (Pertahanan, Keamanan & Kominfo).

Selama hampir lima tahun terakhir, politikus kawakan Partai Demokrat ini berhasil memperjuangkan kuota tambahan program (di luar kuota reguler) dari Kemendikbud dan Kemenristekdikti RI ke berbagai daerah di Aceh, di antaranya: 200.000 beasiswa sekolah dasar-menengah, 720 beasiswa untuk sarjana, 775 sekolah menerima program Sarana Prasarana, 855 program PAUD, serta 32 lapangan olahraga desa.

Cucu dari Teuku Hamid Azwar, penyumbang pesawat Avron 004 yang digunakan Halim Perdanakusuma saat gugur, juga aktif dalam menjaga harkat dan martabat rakyat Aceh dengan memperjuangkan kebudayaan dan sejarah. Teuku Riefky Harsya menandatangani Surat Rekomendasi kepada Pemerintah RI untuk menetapkan Laksamana Keumalahayati sebagai Pahlawan Nasional. TRH juga mendesak agar pemerintah mengevaluasi proyek IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah) di atas Makam Para Raja di Gampong Jawa, Banda Aceh. Ia juga aktif dalam mendukung berbagai kegiatan promosi budaya dan destinasi wisata Aceh.

Selain itu, TRH yang tengah menyelesaikan studi doktornya di Institut Pertanian Bogor (IPB), juga berhasil memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh ke Kementan RI berupa 418 unit alat pertanian (traktor roda 2/roda 4, mesin penanam/pemanen padi, pompa air dan alat semprot hama).

Hal ini dilakukan TRH sejalan dengan jiwa UU MD3 (pasal 80-81) yang menegaskan bahwa anggota dewan berhak mengusulkan dan memperjuangkan program pembangunan daerah pemilihannya. Selain itu anggota dewan juga berkewajiban untuk menampung, menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat, serta memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis (mengumumkan) kepada konstituen di daerah pemilihannya.

“Sebagai manusia biasa tentu ada keterbatasan, termasuk dalam memenuhi harapan dan aspirasi publik. Oleh karena itu, saya menyampaikan permohonan maaf, sekaligus mengucapkan terima kasih atas doa para ulama, dukungan masyarakat serta kerja sama yang baik dengan Pemerintah Aceh maupun kabupaten/kota,” ujar Teuku Riefky Harsya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK