Semangat Minoritas Muslim di Beppu Jepang Maksimalkan Ibadah Ramadan

Suasana buka puasa bersama @Hijrah Saputra

Oleh Hijrah Saputra*
Melaporkan dari Beppu, Jepang

Ramadan di Jepang kali ini menjadi pengalaman pertama bagi saya berpuasa di luar negeri yang jumlah muslimnya minoritas, membuat suasana berbeda dengan dengan Ramadan di Indonesia, khususnya di Aceh. Jumlah muslim yang terbatas tidak membuat semangat muslim di sini surut, hal ini terlihat dari semangat beribadahnya, bahkan ada juga yang mengajak teman yang nonmuslim untuk ikutan mencoba berpuasa.

Kota Beppu yang terkenal dengan wisata “neraka”nya ini, memiliki sebuah masjid bernama Central Kyushu Masjid yang juga merupakan masjid terbesar umat Islam di Pulau Kyushu. Suasana Ramadan sangat terasa bila kita berkunjung ke masjid yang berada di pusat Beppu ini. Di sana setiap Ramadan kita bisa mencicipi makanan bukaan secara gratis dari komunitas muslim lain seperti Afganistan, Tajikistan, Bangladesh, Pakistan, India, Srilanka, Uzbekistan, dan yang pasti Indonesia. Tidak hanya dikhususkan untuk umat muslim tapi juga siapa pun yang datang ke masjid apakah untuk beribadah atau mengenal bagaimana berpuasa dan beribadah orang muslim.

Salat Tarawih diadakan setiap malam mulai dari pukul 21.00 JST, Tarawih 20 rakaat dan diakhiri 3 rakaat salat Witir. Setiap malamnya satu juz, jadi diharapkan dalam puasa penuh Ramadan bisa mengkhatamkan Alquran dan selepas Tarawih dilanjutkan dengan mengaji sambil menunggu waktu sahur.

Selain itu ada komunitas juga yang sering mengadakan buka puasa bersama seperti APU INA, komunitas anak Indonesia di Kampus Ritsumeikan Asia Pasifik dan juga mengundang siapa pun yang ingin ikutan merasakannya. Jadi Ramadan di sini semua bisa ikutan merasakan kemeriahannya.[]

*Master Student of Tourism and Hospitality at Ritsumeikan Asia Pacific University

KOMENTAR FACEBOOK