Pemudik Diminta Jangan Takut Mampir di Rest Area Saat Lelah

AKP Vifa Fibriana Sari, SIK. @aceHTrend/Ihan Nurdin

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kasat Lantas Polres Aceh Besar, AKP Vifa Fibriana Sari, SH, SIK mengimbau masyarakat yang ingin mudik dengan kendaraan pribadi agar mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas. Jangan sampai, keinginan untuk berkumpul dengan keluarga yang begitu besar membuat pemudik malah abai pada keselamatan diri sendiri karena tidak tertib berlalu lintas dan abai pada rambu-rambu lalu lintas.

Kepada para pemudik khususnya yang menggunakan kendaraan sepeda motor, ia menganjurkan untuk beristirahat paling tidak dua jam sekali untuk menghindari kelelahan. Pemudik bisa memanfaatkan pos pengamanan atau rest area yang telah disiapkan oleh pihak kepolisian selama Operasi Ketupat untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan selama arus mudik dan balik.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk tertib berlalu lintas, lengkapi surat-surat kendaraan Anda, jaga kecepatan, jangan kebut-kebutan, kalau lelah silakan singgah di pos pam yang ada. Pos pam yang kita buat itu tujuannya biar masyarakat yang mudik bisa istirahat, jadi jangan takut kalau melihat pos pam. Malah masyarakat jadi aman, kendaraannya juga aman, karena ada yang jagain,” kata AKP Vifa kepada aceHTrend, Senin, 20 Mei 2019.

Masyarakat juga diminta untuk waspada saat melintasi titik-titik rawan kecelakaan (black spot). Khususnya di Kabupaten Aceh Besar, ada beberapa lokasi rawan kecelakaan yang perlu diwaspai, yaitu di tikungan sebelum Desa Aneuk Galong di Kecamatan Sukamakmur, tikungan Sihom di Kecamatan Indrapuri, dan di daerah Seulawah.

Sementara untuk wilayah Aceh Besar di lintasan barat, ia juga mewanti-wanti ketika melewati jalur Lhoknga-Leupung. Meskipun di kawasan itu jalannya bagus dan lurus, justru itulah yang membuat pengemudi kerap kali kehilangan kontrol.

Di Provinsi Aceh kata AKP Vifa, untuk jumlah kecelakaan tertinggi masih berada di wilayah Kota Banda Aceh, tetapi untuk tingkat fatalitasnya berada di jalur lintas utara-timur Aceh seperti Bireuen dan Lhokseumawe.

“Kita di Aceh Besar ini fatalitasnya juga tinggi, karena orang kalau sudah sampai di Aceh Besar ini sudah lelah tetapi mereka seringnya tidak mau berhenti, karena tempat untuk rest area pun kan terbatas,” katanya.

Namun, untuk tahun 2019 ini kata AKP Vifa, jumlah kecelakaan di Aceh Besar cenderung meningkat, tetapi untuk fatalitasnya menurun drastis.[]